Mengantuk Saat Mudik, Mobil Keluarga Terbakar di OKU Timur — Seluruh Penumpang Selamat

oleh -2579 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | OKU TIMUR — Kecelakaan lalu lintas tunggal yang berujung kebakaran kendaraan terjadi di Jalan Lintas Komering, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Jumat pagi (20/3/2026).

Satu unit mobil keluarga yang digunakan untuk perjalanan mudik terjun ke parit setelah pengemudi diduga mengantuk dan kehilangan kendali.

Seluruh penumpang berhasil keluar dari kendaraan sebelum kebakaran terjadi dan dalam kondisi selamat tanpa luka.

Peristiwa bermula saat kendaraan melaju dari arah Palembang menuju wilayah Cempaka. Saat melintas di lokasi kejadian, pengemudi kehilangan konsentrasi hingga kendaraan keluar jalur dan masuk ke parit di sisi jalan.

Benturan terjadi dengan tungku masak milik warga di sekitar lokasi.

Beberapa saat setelah kejadian, terjadi kebocoran bahan bakar yang kemudian tersambar api dari tungku tersebut hingga menyebabkan kendaraan terbakar.

Mobil hangus terbakar seluruhnya dengan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

Polres OKU Timur melalui Polsek Cempaka dan Unit Laka Satlantas langsung merespons cepat kejadian tersebut.

Petugas segera mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan area, serta mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar.

Polisi juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan masyarakat untuk memadamkan api serta mengevakuasi kendaraan.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi akibat mengantuk saat berkendara.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan serius bagi para pemudik.

“Jangan pernah memaksakan berkendara dalam kondisi mengantuk. Istirahat adalah bagian penting dari perjalanan yang aman,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengingatkan bahwa kondisi lelah dan mengantuk memiliki risiko tinggi dalam perjalanan jauh.

“Mengantuk saat berkendara sama berbahayanya. Manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi layanan 110 apabila mengalami kondisi darurat selama perjalanan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.

Saat ini, Polda Sumsel terus meningkatkan edukasi keselamatan dan pengawasan di jalur mudik untuk mencegah kejadian serupa.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan masyarakat selama Operasi Ketupat Musi 2026 berlangsung.

Editor : Mastari/Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.