15 Tahun Jalan Rusak Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Jeruk Porot dan Tokoh Bhaskara Indonesia Maju Kecam Kabupaten Sampang

oleh -133 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Sampang, Jawa Timur — Kondisi infrastruktur di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan setelah masyarakat Desa Jeruk Porot, Kecamatan torjun, menyuarakan keluhan mengenai kerusakan parah di Jalan Raya KH. Abubakar. Jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu telah rusak berat selama hampir 15 tahun, namun tak kunjung mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah.

Kerusakan yang terjadi tidak lagi sekadar retakan kecil, melainkan lubang-lubang besar, permukaan jalan yang bergelombang, serta genangan air yang muncul setiap kali hujan. Warga menilai kondisi tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Akses Vital yang Terlupakan

Jalan Raya KH. Abubakar merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa kampung di Desa Jeruk Porot, di antaranya Kampung Jerembe, Kampung Berek Elah, Kampung Pangih, Kampung Duko, dan sejumlah pemukiman lain. Jalan ini digunakan warga setiap hari untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.

Namun, selama tiga periode pergantian kepala daerah, masyarakat mengaku tidak pernah melihat adanya tindakan nyata dari pemerintah kabupaten. Kondisi makin parah dari tahun ke tahun, sementara program perbaikan infrastruktur yang dijanjikan pada masa kampanye tak kunjung direalisasikan.

Warga Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan

Karena tak bisa lagi menunggu, warga dari berbagai kampung akhirnya melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Mereka mengumpulkan sumbangan berupa uang dan bahan material untuk menutup lubang-lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Salah satu warga mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan semata-mata untuk keselamatan bersama.

“Kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi? Sudah banyak pengendara terpeleset karena lubang dalam dan genangan air. Kami takut ada korban jiwa,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Warga menegaskan bahwa langkah ini dilakukan bukan sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan sebagai bukti bahwa kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh diabaikan.

Kecaman Keras dari Tokoh Lembaga Bhaskara Indonesia Maju

Situasi ini turut mendapat perhatian dari tokoh lembaga Bhaskara Indonesia Maju, Bapak Syaifuddin, yang menilai bahwa pemerintah daerah telah gagal memenuhi tanggung jawabnya dalam menyediakan infrastruktur yang layak.

Dalam pernyataannya, Syaifuddin menyampaikan kritik keras atas kinerja pemerintah Kabupaten Sampang.

> “Kami sangat mengecam buruknya kinerja pemerintah daerah Kabupaten Sampang. Jalan ini rusak selama 15 tahun dan tidak ada penanganan yang berarti. Masyarakat hanya diingat saat masa pemilihan kepala daerah atau pemilihan DPRD. Setelah mereka terpilih, janji-janji kampanye hilang begitu saja,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa akses jalan yang layak adalah hak masyarakat dan merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan daerah.

> “Ini bukan pertama kalinya masyarakat kecewa. Infrastruktur dasar seperti jalan seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah. Jika masyarakat setiap tahun mengeluh tapi tidak ada tindakan nyata, itu berarti ada yang tidak berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

Desakan untuk Pemerintah Kabupaten Sampang dan DPRD

Masyarakat dan tokoh lokal kini mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang serta anggota DPRD dari dapil setempat untuk segera mengambil langkah konkret. Menurut mereka, perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.

Beberapa warga juga menyampaikan bahwa kondisi jalan yang rusak menyebabkan biaya transportasi meningkat, kendaraan cepat rusak, serta memperlambat distribusi hasil panen.

“Kalau hujan deras, jalan sulit dilewati. Anak-anak sekolah sering terlambat, dan petani merugi karena kendaraan tidak bisa lewat,” kata seorang warga dari Kampung Pangih.

Harapan Besar Masyarakat

Meski kecewa, masyarakat Desa Jeruk Porot masih berharap pemerintah segera merespons aspirasi mereka. Mereka percaya bahwa pemerintah daerah, jika memiliki komitmen dan kemauan politik yang kuat, mampu memperbaiki jalan tersebut dalam waktu dekat.

“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Jalan ini adalah urat nadi kehidupan kami. Sudah selayaknya pemerintah mendengar dan bertindak,” ungkap tokoh masyarakat lainnya.

Hingga laporan ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sampang mengenai rencana perbaikan Jalan Raya KH. Abubakar.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.