Kapolda Sumsel Buka Taklimat Awal Audit Itwasum 2026, Jadikan 401 Temuan Tahun Lalu sebagai Pemicu Perbaikan Berkelanjutan

oleh -45 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memulai pelaksanaan Audit Kinerja Berbasis Risiko Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Taklimat Awal audit dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Ballroom Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin (6/7/2026).

Audit yang berlangsung selama 12 hari, mulai 6 hingga 17 Juli 2026 tersebut menjadi instrumen strategis pengawasan internal Polri untuk memastikan seluruh pelaksanaan program, pengelolaan anggaran, serta pengendalian organisasi berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan taklimat awal dihadiri Pengawas Tim Audit Kinerja Itwasum Polri Brigjen Pol Rinto Djatmono, S.I.K., M.H., selaku Irwil IV Itwasum Polri, Ketua Tim A Kombes Pol Risnanto, S.I.K., M.Si., Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., Irwasda Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan, Kapolres jajaran, serta seluruh kepala satuan kerja yang menjadi objek audit.

Audit Tahap II Tahun 2026 difokuskan pada aspek pelaksanaan dan pengendalian organisasi, meliputi evaluasi capaian program kerja, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, efektivitas pengendalian internal, serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) pada tata kelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU). Pemeriksaan dilaksanakan terhadap 28 satuan kerja, meliputi seluruh satker di lingkungan Polda Sumsel serta Polrestabes Palembang dan Polres jajaran.

Sebagai bahan evaluasi bersama, Kapolda Sumatera Selatan menyampaikan hasil Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun 2025 yang mencatat 401 temuan, terdiri atas 147 temuan bidang anggaran dan keuangan, 102 temuan bidang operasional, 79 temuan bidang logistik, serta 73 temuan bidang sumber daya manusia. Seluruh temuan tersebut, menurut Kapolda, harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh sehingga kualitas tata kelola organisasi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pelaksanaan Audit Kinerja Berbasis Risiko merupakan bagian dari implementasi transformasi Polri Presisi yang menempatkan pengawasan internal sebagai instrumen penting dalam membangun organisasi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat. Melalui pendekatan berbasis risiko, proses audit diarahkan pada area-area strategis yang memiliki potensi kerawanan sehingga setiap sumber daya organisasi dapat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Keberhasilan pelaksanaan audit tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas tata kelola internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pelayanan kepolisian yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. Rekomendasi yang dihasilkan dari audit akan menjadi dasar penyempurnaan sistem kerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan di seluruh jajaran Polda Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa seluruh jajaran harus mendukung penuh pelaksanaan audit dengan memberikan data dan informasi secara lengkap serta menjadikan hasil audit sebagai sarana evaluasi organisasi.

“Tim audit hadir bukan untuk mencari kesalahan individu, melainkan secara objektif menjadi dokter bagi institusi ini. Audit merupakan proses diagnosis yang memberikan rekomendasi agar organisasi semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu saya meminta seluruh jajaran bersikap terbuka, kooperatif, dan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan,” tegas Kapolda Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan audit merupakan wujud komitmen Polda Sumsel dalam membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel.

“Audit merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan yang harus disikapi secara positif. Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan setiap rekomendasi sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat tata kelola organisasi, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh satuan kerja dan satuan wilayah jajaran akan memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026. Melalui semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Polda Sumsel terus memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang Presisi serta semakin dipercaya masyarakat.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.