Belum Siap Secara Medis, Ibu Hamil 16 Tahun di Kemang Agung Dapat Pantauan Insentif

oleh -51 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Palembang, Selasa 23 Juni 2026 — Tim kesehatan dari Puskesmas Keramasan melakukan kunjungan dan pemeriksaan langsung kepada ibu hamil berisiko di wilayah binaannya. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Meilani (16 tahun), warga Jalan Kimarogan Lorong Damai RT 45 RW 09 Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Menurut dr. Wiliana, dokter umum Puskesmas Keramasan, kehamilan pada usia 16 tahun secara medis masuk dalam kategori berisiko tinggi. “Secara fisik dan biologis, usia ini sebenarnya belum matang dan belum siap untuk mengandung. Oleh karena itu, kami lakukan pendekatan dan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi segala faktor risiko yang mungkin muncul, supaya nantinya tidak terjadi komplikasi baik bagi ibu maupun janin,” jelasnya.

Kunjungan ini bersifat terarah dan tidak dijadwalkan rutin harian atau mingguan, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang yang diperiksa. “Frekuensinya tidak tetap: bukan seminggu atau sebulan berapa kali pasti. Sasaran yang dikunjungi pun berbeda-beda setiap waktunya. Bahkan bulan depan kami bisa beralih ke lokasi lain, tetap mencakup seluruh wilayah kerja Puskesmas Keramasan guna memantau semua ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus,” tambah dr. Wiliana.

Saat ditemui, Meilani menyambut baik kehadiran tim kesehatan: “Saya merasa terbantu sekali, jadi tahu apa yang harus dijaga selama hamil. Semoga dengan diperiksa secara rutin seperti ini, saya dan bayi dalam kandungan tetap sehat sampai persalinan nanti tanpa kendala apa pun.”

Sementara itu, Murni Yanti, kader Posyandu Sejahtera, menyampaikan dukungan penuh: “Sebagai kader, kami selalu mendampingi dan memantau kondisi warga. Kami berharap kunjungan seperti ini terus dilakukan agar ibu hamil berisiko mendapatkan perhatian yang layak, sehingga angka kehamilan aman dan sehat di lingkungan kami tetap terjaga.”

Pihak puskesmas mengimbau kepada seluruh warga, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil berisiko, untuk tidak ragu menghubungi tenaga kesehatan terdekat. Deteksi dini dan pemantauan rutin adalah kunci utama mencegah komplikasi serta menjamin keselamatan ibu dan bayi.

Editor :Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.