Bukan Kaleng-Kaleng, Aksi Damai Muba Siap Guncang Sumsel hingga Jakarta kalau Tidak Di Dukung

oleh -18 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | MUSI BANYUASIN, — Sudah lebih dari tiga tahun Ketua MPC Pemuda Pancasila Musi Banyuasin, H. Firdaus Cik Ani, memilih tidak terlalu menyoroti persoalan jalan rusak di wilayah Musi Banyuasin.

Namun melihat kondisi jalan yang semakin parah dan penderitaan masyarakat yang terus berlangsung, Firdaus akhirnya kembali turun langsung bersama PAC Lais, PAC Babat Toman, dukungan PAC Muratara, Nopri, dan Jabar.

Aksi tersebut juga mendapat dukungan dari Ormas PD PRIMA DMI Muba yang dipimpin Halendra, S.IP., CDAI., serta Lekat Gonzales dari Gerakan Mahasiswa dan Siswa Muba dan sejumlah toko masyarakat desa macang sakti toko masyarakat keban l
dalam menyuarakan persoalan jalan rusak melalui Aksi Damai 25 Mei 2026 di Simpang Tiga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Dalam orasinya, Firdaus menegaskan apabila tuntutan terkait jalan rusak kembali tidak diindahkan dalam waktu tiga bulan, maka massa aksi akan mengambil langkah lebih besar.

“Kalau dalam tiga bulan tidak diindahkan, kami akan blokade jalan,” tegas Firdaus.

Bahkan, apabila persoalan jalan rusak itu tetap tidak mendapat perhatian serius, Ketua MPC Pemuda Pancasila akan membawa persoalan tersebut langsung ke Jakarta.

Kerusakan jalan terparah disebut berada di jalur Keban I, Terusan, Kemang hingga Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, sampai menuju perbatasan Kabupaten Musi Rawas Ilir.

Meski dalam beberapa hari terakhir mulai ada perbaikan di jalur Suban 9 dan Suban 4 menuju Musi Rawas Ilir melalui bantuan sejumlah perusahaan, masyarakat menilai penanganan tersebut belum cukup menjawab penderitaan warga yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Firdaus juga menyoroti kondisi jalan provinsi lintas tengah Sumatera dari Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, Muba. menuju Kabupaten Musi Rawas Utara dan Kecamatan Muara beliti yang dipenuhi lubang besar dan kerusakan berat.

Ia menyebut jalur tersebut sebagai “jalan maut” karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan setiap hari.

“Kami akan bawa persoalan ini ke kementerian terkait hingga ke Presiden RI Prabowo Subianto,” tegas Firdaus.( red )

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.