Liputanabn.com | Muara Enim ,Polemik penanganan sampah di wilayah kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan yang beberapa waktu belakangan menyita perhatian masyarakat adalah adanya 2 titik pembuangan sampah liar yang berada di jalur kecamatan Gelumbang menuju ke arah desa tambangan kelekar dan Simpang Al Manar desa suka menang kecamatan Gelumbang ( Minggu, 8/9/2024)

Salah satu tumpukan sampah yang sangat memprihatinkan adalah titik sampah yang terletak dari ujung pemakaman kedondong hingga menuju simpang pintu perkebunan percontohan milik UNSRI yang merupakan akses jalan utama menuju desa Tambangan Kelekar.

Tumpukan sampah yang dibuang sembarangan menggunakan kantong plastik tampak berserakan di jalur kiri jalan menuju arah desa tambangan kelekar dan sepanjang bahu jalan hingga mendekati pintu gerbang kebun percontohan milik UNSRI tersebut dipenuhi oleh tumpukan sampah liar yang didominasi material sampah rumah tangga dan sampah plastik serta beberapa material sampah lainnya.

Bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan jalan namun aroma tak sedap juga sangat terasa yang diakibatkan oleh tumpukan liar sampah tersebut bahkan juga menimbulkan penyempitan ruas jalan utama dari kecamatan Gelumbang menuju ke desa tambangan kelekar.

Padahal sebelumnya, Masyarakat dan pihak pemerintah sebelumnya telah bergotong royong untuk membersihkan jalur sampah tersebut.

Sayangnya, beberapa waktu belakangan malah tumpukan sampah semakin berserakan dan bahkan ada yang sengaja dibuang dijalan utama.

Menanggapi polemik penanganan sampah simpang Al Manar,Kepala Desa Suka Menang, Ahmad Redi menyampaikan

” Sebenarnya siring jalan dan tumpukan sampah tersebut sudah dibersihkan sebelumnya namun ternyata tumpukan sampah liar masih saja ada.Ini sudah sangat meresahkan masyarakat oleh sebab itu nantinya kami akan lakukan gotong royong pembersihan kembali dan juga pemasangan spanduk larangan membuang sampah di daerah simpang Al Manar,” Terang Kepala desa Ahmad Redi.

Harapan yang sama juga disampaikan Holid (60) Warga desa tambangan kelekar ketika dibincangi awak media di lokasi tumpukan sampah liar.

” Kami berharap langkah dari pemerintah atas penanganan masalah sampah karena bukan hanya meresahkan namun menimbulkan masalah sosial lainya termasuk bau sampah yang menyengat,penyempitan ruas jalan dan bahkan kita malu dengan berserakan sampah disepanjang jalan ini, bagaimana nantinya kalau ada pejabat yang kebetulan melewati jalan ini,jadi sekali lagi kami minta tolong dengan pemerintah untuk mengatasi tumpukan sampah disepanjang jalur ini,” Harap Holid kepada pemerintah dan dituturkan kepada media.

Editor : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim – jum’at, 06 September 2024. Pembangunan Peningkatan Jalan Rabat Beton di Desa Tambangan Kelekar Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara enim, Sumatera Selatan.Diduga menyalahi aturan yang sebenarnya.

Dari hasil pantauan beberapa Awak Media di coscek lokasi pembangunan jalan cor tersebut, Yang telah selesai dibangun dengan ketebalan 20cm, lebar 3,94 M, dan panjang 400 meter bersumber dari APBD Kabupaten Muara Enim 2024,

Selaku pelaksananya adalah CV- Agung Enim Lestari, dengan pagu anggaran Rp. 973.348.000,00,- masa kerja 150 hari, telah ditemukan beberapa kejanggalan mulai dari regat C baik warmes /terpal , pihak pemborong mengunakan agregat C terlihat tipis,

Pemasangan plastik warmes nya tidak full, Hanya dipasang kiri dan kanan, dan kwalitas corannya diduga sangat meragukan sehingga kualitas hasil nya kurang baik pasalnya sudah berdebu padahal masih dalam hitungan bulan, dilintasi masyarakat yang akan menyadap karet dan keladang.

Sementara itu, MN 43 selaku masyarakat tambangan kelekar yang sering melintas di jalan tersebut, cuman berharap supaya jalan ini awet, kalau kwalitas kami masyarakat tak begitu paham pak, apa lagi kesalahan dalam pengerjaan nya, itu orang – orang yang ahli saja yang paham, ujar nya saat dibincangi awak media.

Dari temuan tersebut, para awak media mencoba menemui pelaksana nya, namun beliau sedang tidak ada di kantornya,

agar pemberitaan berimbang awak media ini mencoba mengkonfirmasi melalui pesan whatsaap belum punya jawaban namun sampai berita ini ditayang kan belum ada jawaban dari pemborong .diharpkan pupr segera kroscek ulag kebenaran jangan diam dikantor menghirup kopi diatas mejah !!

Laporan : (Salim)

Editor     : Bolok

Liputanabn.com | Belida darat .Muara enim. Selasa03/09/2024 Pembangunan proyek jalan lingkar Desa Talang beliung, kecamatan Belida darat, Kabupaten Muara enim, Sumsel. diduga tanpa dilengkapi adanya papan nama sehingga jelas menyalahi aturan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012.

Dimana UU tersebut mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek sebagai bentuk transparansi pertanggung jawaban terhadap publik mengingat sumber dana yang digunakan dalam melakukan pembangunan proyek tersebut dari negara yang dihimpun dari uang rakyat sehingga harus kembali pada rakyat sesuai peruntukannya

“Papan nama proyek tersebut harusnya memuat terkait jenis kegiatan, lokasi proyek,kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan, akan tetapi sayangnya tidak ada,

Dikonfirmasi Kepala Desa Talang beliung, Adi Gatmir, meyampaikan Maaf, saya tidak tahu, dan setahu saya, pihak desa juga belum di kasih tahu terkait proyek jalan itu. Coba 0,tanyakan ke lokasi saja ” Jelasnya

Data yang berhasil dihimpun awak media di lokasi pekerjaan proyek jalan lingkar itu pada 01/09/2024 , sudah melakukan pengerasan dengan dihamparnya agregat dengan ketebalan rata-rata lebih kurang 4 cm, dan ketika Awak media ini hendak mewawancarai para pekerja, di lokasi tidak ada satupun pekerja, hanya warga desa yang rumah nya di samping jalan tersebut, juga tak tahu siapa pemborongnya, alat berat nya saja mingat tengah malam ujar bapak setengah baya itu.

Hingga berita ini dipublikasikan belum diketahui siapa pelaksana proyek tersebut.

Laporan: Kabiro muara enim.

Editor    : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim – proyek pembangunan ruang gas medis RSUD gelumbang yang di kerjakan di lingkungan rumah sakit RSUD gelumbang, kabupaten muara enim, sumatera selatan, melalui Dinas Kesehatan muaraenim angaran APBD 2024 diduga tercium aroma korupsi dinilai agak meragukan, diduga tidak sesuai RAB.

berawal diketahi dengan adanya pembangunan proyek ruang gas medis RSUD gelumbang ada salah satu warga inisial D warga gelumbang sempat berobat di RSUD dan sepulang nya dari Rs sempat ngobrol diwarurug kopi yang tak jauh dari RSUD gelumbag dan beliau menyampaikan katanya ada pembangunan pak di RSUD coba cek Pak lalu bergegas media ini mencoba kroscek kelokasi teryata benar adanya proyek yang disampaikan warga gelumbang barusan, dikatakannya, pembangunan ruang gas medis RSUD memakai dana APBD , 2024, dengan nilai Rp. 1.121.861.380,26 – yang dikerjakan CV AGAM JAYA waktu plaksanaan 134 hari kalender dana sebesar itu namun pekerjaannya diduga asal jadi, bangunannya yang dibuat sanggat diragukan mungkin pemborongnya menilai warga disini tidak mengerti apa-apa aliyas bodoh, mangkanya dibangun asal-asalan,katanya

jika menilai dari kualitas bangunan itu diduga tak akan bertahan lama, “kalau melihat dari kualitasnya seperti itu, saya perediksi bangunan ini tak akan bertahan lama lihatlah plapon plapon di RSUD ungkapnya kepada media ini sudah lepas galo akibat lemahnya pengawasan saat dibincangi media Ontvdigitalnews. Com

Hasil pantauan awak media kroscek di lokasi pembangunan ruangan gas medis minggu (01/09/2024) dan kini nampak terlihat telah memasng pondasi dengan batu gali untuk banggunan tersebut, dan disana tukang terlihat lagi bekerja, dan awak media mempetanyakan kepada tukang, bernama pak JK berapa dalam pondasi bangunan ruang gas ini,

pak JK menyampaikan kita cumah pekerja pak menurut perintah bos kedalaman pondasi hanya 60 centi meter ucap pak JK saat dibincangi media ini , pekerja bilag kalu mau konofirmasi hubugi saja pak arif pemilik proyek pak, lalu mediaini mencoba menghubugi pak arif melalui nomerya yang dikasih tukag tersebut,saat dimintai konfirmasi melalui telpon baik weetsab tidak punya jawaban dari pak arif guna untuk konfirmasi kelengkapan berita,

saat kroscek terpantau dilokasi terilihat kedalaman pondasi hanya 60 centi meter dan tidak memakai urugan pasir dibagian alas bawah tanah serta tidak memakai pembesian ceker ayam di dalam lobag galian,padahal RAB, pembanggguna dana sebesar itu biasanya setiap bangunan dipakai urugan pasir, apakah pemerintah bembenrkan hal itu apakah tutup mata ! ,

Kepada pemerintah maupun instansi terkait pembuat komitmen agar segera di korscek ulang diduga tidak sesuai RAB, lebih baik dibongkar saja.agar memberi epek jera murugikan negaranegara, penuh harap pihak terkait ppk baik aph insptorat serta jaksa mengambil keputusan CV itu minta di beklist bila bersalah

Laporan : tim

Editor     : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim – Kerinduan terhadap anak dan istri tentu di rasakan oleh setiap suami, Begitupun yang di rasakan Harmoko (42) saat ini, warga Desa pedataran, kecamatan Gelumbang, kabupaten Muara enim, Sumatra selatan. Jumat 30/08/2024.

pasal nya sudah hampir satu Bulan istri nya yang bernama Fitriyani(35) Binti safei. beserta anaknya yang bernama zaina aulia(7)binti Harmoko, pergi Dari rumah nya di Desa Pedataran, dan menghilang bak ditelan bumi, tanpa di ketahui keberadaan buah hati, Belahan jiwa nya. dari keterangan yang diterima, semenjak tanggal 04 agustus 2024, istri beserta anak semata wayangnya, pergi dari rumah, hingga sekarang di akhir agustus ini belum juga di temukan dimana rimbanya.

Dia (moko,42) selama ini, Sudah berusaha mencari istri sah, beserta anak nya, yang masih duduk di kelas 1(satu) sekolah Dasar itu, kemana-mana, namun belum juga menemukan keberadaan anak dan istrinya, sampai ahirnya, beliau meminta bantuan pihak berwajib untuk mencari keberadaan anak dan istrinya, dengan mendatangi Mapolsek Gelumbang pada senin 26/08/2024 sekira pukul 11.30 wib.

Kepada awak Media ini, moko menuturkan, ” Saya sudah menjalin rumah tangga selama lebih kurang 8 tahun bersama istri sah saya yang Bernama Fitriyani, dan kami dikaruniai satu orang anak perempuan yang bernama zaina aulia, yang baru masuk SD. Namun Sudah hampir satu bulan istri saya kabur membawa anak kami dari rumah, mengunakan sepeda motor, sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya dan saya sudah melaporkan hilangnya ke pihak kepolisian polsek Gelumbang senin tangal 26/08/2024 kemarin.

Saya sudah sempat mencari ke rumah mertua dan keluarganya di Desa tambangan kelekar,kecamatan Gelumbang,Kabupaten muara enim, Sumsel, Namun tidak ada hasil, saya merasa kecewa karena pihak Keluarganya, terkesan menutupi serta menyembunyikan keberadaan anak dan istri sah saya. karna saya merasa menemukan jalan buntu ahirnya saya melapor ke pihak yang berwajib. tuturnya.

” Melalui Media ini Saya sangat berharap, kepada semua pihak yang melihat atau menemukan anak dan istri saya agar kiranya Melapor kan kepihak yang berwajib, bisa juga menghubungi saya di No,082281646216. atau menghubungi pihak media ini, terang nya. (Tim)

Editor : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim – Proyek pembangunan jalan Lingkungan Dusun 1 Desa Sukamenang RT 02 kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim diduga sangat diragukan menurut masarakat dikerjakan asal jadi, lantaran material yang di gunakan dugaan tidak sesuai standar. pekerjaan proyek secara manual dikarnakan molen alasan rusak tidak menggunakan standar mutu beton ready mix batching plant, terlihat  jalan lingkungan masih tanah hitam tidak memakai Agregat B,sebagai lantai dasar (22/08/2024 ).

Diketahui Proyek pembangunan jalan setapak yang di kerjakan oleh CV ALMEERA RIBHI BARCA dengan pagu anggaran RP. 199. 950.000,00 yang di kerjakan 30 hari kalender jadi keluhan dan sorotan masyarakat di lingkungan setempat.

Dugaan lemahnya pengawasan dinas terkait muaraenim yang menjadi faktor penyebab pekerjaan aliyas sembrono alias asal jadi demi meraup keuntungan yang sebesar hingga meterial yang seharusnya batu Split di ganti dengan koral 3/2 yang harganya lebih murah tentu mempengaruhi kualitas beton yang sudah pasti tidak akan standar.

Hal ini di sampaikan langsung oleh salah satu warga desa Sukamenang yang egan disebutkan nama nya mengungkapkan ” ya pak, masa iya untuk cor beton menggunakan batu coral Sebesar ini dan banyak Pasir dari pada semen sementara itu dihamparkan pasir baru diatas nya adukan semen pak, pastinya tidak bakalan bertahan lama , ketahan beton pasti tidak kuat ucapnya warga, bahkan pak pas kami lihat bagian bawah coran tidak ada batu agregat, Malah di kasih pasir” ungkapnya terhadap media ini

Dirinya selaku masyarakat setempat meminta aparat pemerintah muaraenim bapak inspektorat atau PPTK baik APH bila perlu kejaksaan turun langsung meninjau proyek tersebut, karena jelas dugaan merugikan keuangan negara BPKP harus melakukan sidak terkait kualitas dan kuantitas mutu beton , “Kami ingin pak, apapun jenis pembangunan di kabupaten muara Enim, khususnya didesa kami Sukamenag gelumbang di kerjakan sesuai spek, sehingga bisa kuat dan tahan lama.

CV.ALMEERA RIBHI BARCA Diduga Salahgunakan Kepercayaan Pemerintah Muaraenim
Terpisah mendapat informasi ini awak media langsung mengkroscek lokasi dan ternyata sesuai dengan keluhan masyarakat secara faktual pekerjaan tersebut mamang diduga asal asalan.
Salah satu tukang saat di wawancara awak media terkesan enggan mengungkapkan siapa pelaksana kontraktor yang bisa dikonfirmasi guna kelengkapan berita” saya hanya pekerja pak, tidak tau siapa pemborongnya silahkan tanya sama pak pirdaus pak, barusan lah pegi dari sini pirdaustu jawab pekerja dilokasi peroyek tandasnya seolah menutup nutupi siapa pemborongnya sembari mengabaikan pertanyaan awak media ini.
Guna untuk mendapat berita berimbang awak media mencoba mengkonfirmasi kepala Desa Ahmad Redi S.P.d melalui wa singkat punya arka,lalu pihak media mencoba meminta nomer kontak arka melalui wa singkat muhamad redi kades namun tidak dibalas sa’at konfirmasi, bergegas awak media WA singkat langsung ke pak dewan anggota DPRD Bapak Lusi Melalui via WA bahkan pak dewan membalas media ini merapat be, itulah yang dapat dihimpun didalam pemberitaan media ini sehingga berita ini diterbitkan,”tandasnya (tim)

Editor : Bolok

 

Liputanabn.com | Muara Enim – proyek pembangunan rehab jalan lembak gaung telang yang di kerjakan diantara perbatasan lembak gaung telang kecamatan lembak gelumbang, kabupaten muara enim, sumatera selatan, menuai protes dari warga setempat, lantaran hasil pembangunan yang dinilai agak meragukan, diduga tidak sesuai RAB.

sangking kesalnya terhadap pembangunan rehap jalan lembak gaung telang salah satu maeyarakat bapak dd mengatakan, rehap jalan lembak gaung telang yang dibangun oleh CV. HARAPAN JAYA PERSADA TH 2024, waktu plaksana’an 150 hari kalender masa pemeliharaan 180 hari kalender layaknya ‘terkesan asal jadi ‘ regat B terpantau tipis dibagian lapisan tanah bawah serta megabaikan pemasangan terpal diabaikan penutup jalan yang sepenunya dan pengangangkut matrial menjebolkan bokskulper gorong gorog sehinga jebol sehinga mobil matrial ter prosot di lobang sepeti yang terlihat di beegron phto hp hendroid, Coba dicek saja itu bangunannya, seperti permainan,” Katanya dengan nada kesal ucap dd.

dikatakannya, pembangunan rehap jalean lembak gaung telang ini memakai dana APBD 2024, dengan nilai Rp. 1.962.800.000,00 – dana sebesar itu namun pekerjaannya diduga asal jadi, bangunannya yang dibuat sanggat diragukan mungkin pemborongnya menilai warga disini tidak mengerti apa-apa aliyas bodoh, mangkanya dibangun asal-asalan,” tambahnya.

Jika menilai dari kualitas bangunan diduga tak akan bertahan lama, “kalau melihat dari kualitasnya seperti ini, saya prediksi bangunan ini tak akan bertahan lama,karna di tempat yangdi kerjakan rawan banjir setiap tahunya” ungkapnya kepada media online

Hasil pantauan awak media kroscek di lokasi pembangunan, kamis (26 /8 agustus 2024) dan kini nampak terlihat sudah hampir selesai dibangun dan seperti tidak menyalahi RAB, padahal pembanggunannya agak diragukan,ucapnya.

Kepada pemerintah maupun instansi terkait pembuat komitmen agar segera di korscek ulang diduga tidak sesuai RAB, lebih baik dibongkar saja.agar Memberi epek jera murugikan negara tentunya, dd penuh harap pihak terkait ppk baik aph insptorat serta jaksa mengambil keputusan cv itu minta di beklist . Ucap dd. dengan nada kesal sehingga berita ini diterbitkan.” Tandasnya  (Salim)

Editor : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim ~ Belida Darat – Proyek Pembangunan jembatan di Desa Gaung Asam Kecamatan Belida Darat mangkrak. Pasalnya Sudah kurang lebih Dua Minggu hingga saat ini belum ada pengerjaan lagi oleh pihak kontraktornya.

Dari Pantauan Awak Media di dilokasi, proyek jembatan yang dikerjakan oleh CV JAYA SAKTI. dengan anggaran senilai Rp 2.931.438,700,00 tahun 2024 tersebut, beralaskan papan yang membahayakan ketika warga melintas dengan kendaraan roda dua dan sangat bahaya dilalui kendaraan roda empat.

Sementara Itu Feri Fadli sebagai Putra daerah dan juga DPK Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia LAKRI Kabupaten Muara Enim , Proyek pekerjaan jembatan yang mangkrak yang cukup lama tak memberi manfaat sangat mengecewakan warga masyarakat.

Terutama para warga petani/pekebun di Desa Gaung Asam Terancam Lumpuh total,karena akses jembatan itu penghubung dua Desa dan dua Kecamatan, Kecamatan Belida Darat dan Kecamatan Paya Raman. Hingga kini jembatan itu cuma jadi pajangan pekerjaan yang yang di tinggal tuan nya yang terlantar. Yang lucunya Dinas terkait terkesan tak peduli dan cuek kayak bebek Kata Feri Fadli,

Menurut informasi,anggaran proyek tersebut bersumber dana APBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2024,

dengan pagu dana RP 2.931.438.700,00,. yang di kerjakan oleh CV JAYA SAKTI, dengan kalender, 180 hari, namun entah kenapa kondisi bangunan mangkrak yang menyebabkan Proyek Gagal Kontruksi. terkesan di abaikan

Hasil pantauan investigasi Lembaga Lakri di lokasi di temui kondisi bangunan memang terlihat mangkrak,tidak terlihat kalau jembatan itu akan di selesaikan untuk tahun ini (2024).

Salim selaku Toko H Masyarakat Desa Gaung Asam, di temui awak media mengatakan.”Pertama warga kami sangat berterima kasih telah di bangun jembatan penghubung antar dua desa dan kecamatan ini, namun dengan mangkrak nya proyek jembatan ini kami sangat kecewa sekali dengan mutu kondisi jembatan yang mangkrak ini,

Sepatutnya instansi terkait dan pihak Provinsi melalui Pemkab memahami kebutuhan warga atas kondisi jembatan ini.

Dan segera menuntaskan pekerjaan jembatan penghubung antar Desa dan antar Kecamatan yang terancam terbengkalai.

Dalam arti jangan menyusahkan masyarakat dengan membiarkan bangunan proyek yang terbekalai,di harapkan bagi pihak instansi terkait bertanggung jawab untuk menuntaskan proyek jembatan tersebut,”harap Salim

.”Di sisi lain Deni Wijaya,.S.H, Ketua Divisi Pengawasan dan Penindakan Watch Relation Off Corruption WRC PAN-RI Sumatera Selatan Mengatakan Harusnya, pihak terkait Dengan langkah tegas Blacklist terhadap rekanan yang tidak berkomitmen ,jangan ada lagi pengerjaan yang tidak rampung, Pihak CV Jaya Sakti sebagai penyedia jasa dan Konsultan nya harus bertanggung jawab ,dan CV pihak pelaksana harus nya di blacklist jangan lagi CV tersebut di beri tender proyek.

“Namun saya lihat Perusahaan CV Jaya Sakti tersebut yang mengerjakan proyek jembatan yang mangkrak, saya menduga di sebalik semua itu ada permainan uang untuk saling menutupi,sehingga mengabai kan aturan kaedeh-kaedah yang telah di tentukan,” imbuh Deni Wijaya,

Editor : Bolok

 

Liputanabn.com | Gelumbang – 24 Agustus 2024 Diduga anak kepala sekolah SDN 23 TALANG TALING menjadi tenaga honorer di sekolahan yang di kepalai oleh ibunya sendiri

M RIZKI SATRIA namanya terdaftar di lembaran kertas sebagai guru piket di sekolahan tersebut

Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa nama M RIZKI SATRIA yang ada di daftar itu orang nya tidak pernah masuk kerja

Saat dikonfirmasi, kepala sekolah SDN 23 TALANG TALING mengatakan bahwa benar anaknya M RIZKI SATRIA itu tidak masuk kerja cuma ambil namanya saja dan di ganti kan nama Anang penjaga kantin

Karena Anang ini tidak ada ijazah makanya kepala sekolah ini memakai nama anaknya, pungkas nya

Dan kepala sekolah SDN 23 talang taling ini mengatakan akan menghapus nama anaknya tersebut apabila ada protes dari masyarakat terang ke lembaga LIPER RI dan tim

Editor : Bolok

Liputanabn.com | Muara Enim – Nasib naas yang dialami Fahmi(45) tahun warga Gelumbang yang menjadi TKW di Hongkong meninggal dunia tanggal 24 juli2024 di negara Hongkong tempat dia bekerja

Fahmi menjadi TKW di Hongkong melalui jalur PJTKI PT Citra karya sejati di Palembang dari tahun 2014 sampai 2022 Informasi dari keluarga nya almarhumah Fahmi habis kontrak pada tahun 2023,2024

Dan pada tanggal 23 Juli 2024 pihak keluarga mendapat kabar bahwa almarhumah Fahmi masuk rumah sakit dan pada tanggal 24 Juli 2024 Fahmi dinyatakan meninggal dunia

Keluarga almarhumah bingung untuk memulangkan jenazah almarhumah, dikarenakan butuh biaya yang tidak sedikit untuk memulangkan jenazah almarhumah ke daerah asalnya di Gelumbang

Pihak keluarga berinisiatif membuat proposal pada tanggal 26 Juli 2024 ke instansi pemerintah terkait,agar dapat membantu kepulangan jenazah almarhumah juga pihak keluarga sudah menghubungi Depnakertran muara Enim dan bp2mi agar dapat membantu,bahkan pihak keluarga meminta bantuan formas babussalam gelumbang menggalang dana untuk kepulangan almarhumah.

Sampai pada hari ini 12 Agust 2024 masih belum ada respon yang jelas kapan jenazah almarhumah bisa pulang daerah asalnya Gelumbang

Akhirnya pihak keluarga almarhumah Kamil saudara kandung almarhumah dan pengurus masjid jamik babussalam ,Formas babussalam bersama ketua RW Gelumbang mendatangi lembaga LIPER RI dan LIPERNAS Gelumbang untuk bekerjasama membantu mengurus kepulangan jenazah almarhumah tersebut

Camat Gelumbang Herry Mulyawan.S.P. M.M saat di konfirmasi oleh lembaga LIPER RI dan LIPERNAS membenarkan warganya telah meninggal dunia di Hongkong, lembaga LIPER RI, LIPERNAS dan Thabrani SH menanyakan sampai dimana kepengurusan nya dan jawaban dari camat katanya sudah di urus ke Depnakertran muara Enim.
tapi belum ada titik terang kapan jenazah bisa pulang

LIPER RI, LIPERNAS dan Thabrani SH dalam waktu dekat akan menghadap ke pj gubernur Palembang,pj bupati muara Enim bp2mi dan Depnaker propinsi agar dapat bekerjasama dan memfasilitasi jenazah almarhumah dalam mengurus kepulangan nya ke Indonesia daerah Gelumbang, pungkas Thabrani SH,

Editor : Bolok

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.