Liputanabn.com | Lebak – Cepi Umbara, selaku Kepala Biro Hukum Pendekar Banten dan Pendekar Banten Korcam Wanasalam, hari ini mengungkapkan kritik keras terkait kondisi dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Ia menyoroti bahwa banyak dapur MBG yang tidak beroperasi secara optimal dan mengindikasikan adanya dugaan pemangkasan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat.
Melalui hasil pantauan langsung dan laporan dari masyarakat, termasuk walimurid siswa, diketahui bahwa kondisi saat ini sangat merugikan penerima manfaat dan merusak kepercayaan terhadap program pemerintah. Salah satu masalah utama adalah kualitas dan kandungan gizi menu MBG yang tidak sesuai standar. Cepi Umbara menegaskan bahwa nilai uang yang terkandung dalam makanan selama tiga hari hanya sekitar Rp 20.000 per penerima, jauh dari target anggaran yang seharusnya mampu menyediakan makanan bergizi.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan walimurid dan pendukung program mendesak aparat kepolisian turun tangan dan memanggil pihak pengelola dapur MBG di Kecamatan Wanasalam untuk diperiksa. Mereka menegaskan, jika dugaan pemangkasan anggaran terbukti benar, pihak terkait harus bertanggung jawab secara hukum tanpa pandang bulu.
“Kami menegaskan, jika terbukti ada penyalahgunaan, proses hukum harus dilakukan secara tegas dan adil. Jangan sampai kasus ini dipandang sebelah mata, karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah dan kepentingan banyak orang,” tegas perwakilan walimurid.
Semoga penanganan cepat, tepat, dan transparan dari pihak berwenang dapat menyelesaikan masalah ini, agar program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat khususnya siswa bisa berjalan sesuai tujuan awal.” tandasnya (red)
Editor : Bolok






