Kejari Bantah Isu Kabar OTT, Ini Penjelasan Kasi Intel Kejari Banyuasin

oleh -86 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | BANYUASIN – Kejaksaan Negeri Banyuasin mengklarifikasi isu dugaan operasi tangkap tangan yang ramai diberitakan. Melalui Kasi Intel Jefri Leo, institusi menegaskan tidak ada agenda OTT dalam peristiwa tersebut.

Menurut Jefri, peristiwa itu merupakan upaya klarifikasi. Klarifikasi berkaitan persoalan pribadi yang melibatkan anggota Pidsus berinisial RJ.

Ia menjelaskan, RJ mendampingi ibunya yang disebut mendapat tekanan oknum LSM berinisial IS. Permasalahan disebut berkaitan dugaan konfirmasi anggaran honor guru.

“Kami tegaskan tidak ada OTT hari itu,” ujar Jefri Leo, di Ruang Kasi Intel Kejari Banyuasin, Rabu, 26 Februari 2026

Jefri menyebut tidak ada laporan resmi yang mendasari OTT. Menurutnya, operasi semacam itu harus terencana dan terdokumentasi.

Ia menjelaskan atas komunikasi kedua pihak tersebut menyepakati pertemuan diruangan Ruang Sekretaris Dinas Pendidikan Banyuasin karena saat itu IS sedang berada ditempat tersebut dan untuk melakukan klarifikasi.

Sejumlah pegawai Pidsus turut hadir dalam pertemuan tersebut. Kehadiran mereka memicu dugaan operasi tangkap tangan.

Sumber lain menyebut ada teriakan “OTT” di lokasi. Hal itu memunculkan persepsi penindakan resmi.

Saat pertemuan tersebut Kejari menegaskan tidak ada penyerahan dr pihak RJ. Isu tersebut dinilai belum terbukti secara administratif.

“Tidak ada bukti penyerahaan saat itu, namun ada bukti transfer dr ibu RJ dan RJ kepada IS” tegas Jefri.

Ia mengakui ada komunikasi sebelumnya antara pihak terkait. Komunikasi disebut berlangsung sejak tahun lalu.

Menurutnya, persoalan bermula dari laporan kinerja kepala sekolah. Detail substansi laporan masih perlu pendalaman.

Pihak IS disebut telah menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf dibuat dalam surat pernyataan tertulis.

RJ juga memilih tidak melanjutkan persoalan tersebut. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan.

Di sisi lain, sumber media menyebut ada dugaan upaya menjebak. Namun Kasi Intel memastikan bahwa peristiwa yang terjadi karena spontan dan terbawa suasana.

“Saat itu situasinya sedang panas semua, jadi setiap perkataan yang keluar itu spontan saja,” ungkapnya.

RJ saat dikonfirmasi menyatakan masalah telah damai. Ia menyebut peristiwa itu hanya kesalahpahaman.

Kejari menegaskan komitmen menjaga profesionalitas aparat. Koordinasi internal disebut akan diperbaiki ke depan.

Jefri meminta publik tidak berspekulasi berlebihan. Ia menekankan pentingnya klarifikasi berbasis fakta.

“Kami terbuka terhadap pengawasan,” katanya.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan media. Kejari berharap pemberitaan tetap proporsional dan berimbang.

Disisi lain, Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama turut menyoroti peristiwa yang terjadi, dirinya menyayangkan tindakan Tim Pidsus Kejari Banyuasin. Meskipun pihak kejaksaan beralasan kegiatan itu dilakukan hanya untuk mengklarifikasi secara internal.

“Seharunya tetap koordinasi. Kalau memang mau diklarifikasi, kan bisa Kasi Pidsus mengundang IS dan orang tua RJ untuk bertemu di Kantor Kejari Banyuasin, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” ucapnya.(Tim)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.