Kolaborasi Densus 88 dan Influencer Lokal dalam Pencegahan IRET di Lingkungan Pelajar

oleh -38 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Palembang – Tim Pencegahan Satgas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan Wawasan Kebangsaan dalam rangka Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada siswa dan siswi MAN 3 Kota Palembang, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MAN 3 Palembang tersebut diikuti oleh 650 peserta dan dilaksanakan melalui kerja sama antara Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri dengan pihak sekolah serta melibatkan Influencer Kota Palembang, Saudara Rondot, sebagai bentuk pendekatan edukatif yang komunikatif dan adaptif terhadap generasi muda.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen MAN 3 Palembang, antara lain Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bpk. Fitrah Gunawan, M.Pd dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Bpk. H. Andarusni Alfansyur, S.Pd., M.Pd, perwakilan guru, serta seluruh siswa dan siswi peserta kegiatan.

Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri yang melaksanakan kegiatan yang dipimpin oleh IPDA Fachrurozi, S.H. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah IPDA Fachrurozi, S.H., BRIPTU M. Alfarezi, S.H., BRIPTU Nicolas Saputra, S.H., dan Rondoot.

Dalam penyampaian materinya, Tim Cegah Satgaswil Sumsel menekankan pentingnya pemahaman dasar hukum pelaksanaan pencegahan oleh Densus 88 AT Polri, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan kesadaran pelajar terhadap ancaman ideologi radikal, kekerasan, dan terorisme.

Materi juga membahas fenomena radikalisme yang dapat muncul di berbagai latar belakang, pentingnya toleransi antarumat beragama, serta tantangan penguatan nilai kebangsaan di era digital. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai sarana dan pola penyebaran radikalisme, termasuk melalui media sosial, website, akun digital, hingga game online.

Tim Cegah Satgaswil Sumsel juga menjelaskan bahwa terorisme merupakan sebuah proses yang dikenal dengan istilah IRET, serta menguraikan contoh perilaku intoleransi dan radikalisme yang dapat ditemui dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pelajar. Dampak negatif dari perilaku tersebut terhadap dunia pendidikan turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.

Sebagai upaya pencegahan berkelanjutan, kegiatan ini menekankan peran strategis generasi muda, sekolah, dan orang tua dalam mengawasi serta membimbing aktivitas digital anak agar tidak terpapar paham IRET.

Secara keseluruhan, kegiatan Wawasan Kebangsaan Pencegahan Paham IRET di MAN 3 Kota Palembang berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah preventif yang efektif serta mendorong para pelajar untuk menerapkan dan menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.