Liputanabn.com | Serang – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Banten menggelar penilaian Lomba Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang berlangsung pada tanggal 23 hingga 28 April 2026 di sejumlah titik wilayah hukum Polda Banten, di antaranya SPPG Berkah Maju Tegal Padang, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, serta lokasi SPPG Polda dan Polres Jajaran lainnya yang menggunakan Yayasan Kemala Bhayangkari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang inovatif, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Tim penilaian SPPG Polda Banten dipimpin oleh AKBP Maya Henny Hitijahubessy yang bersama tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelayanan. Penilaian meliputi inovasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), tata kelola SPPG, ekosistem rantai pasok bahan baku, standar produksi baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, hingga inovasi-inovasi unggulan yang dikembangkan oleh jajaran Polda dan Polsek.
Dalam pelaksanaannya, aspek inovasi menjadi salah satu fokus utama, seperti keberadaan buku menu nusantara, variasi menu bercita rasa lokal, serta keterlibatan UMKM sebagai mitra penyedia bahan baku. Selain itu, tata kelola yang baik juga menjadi indikator penting, mencakup kelengkapan sertifikasi keamanan pangan, standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan limbah, hingga keberadaan tenaga ahli seperti chef pendamping.
Irwasda Polda Banten Kombes Pol Iwan Sonjaya dalam keterangannya menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemenuhan gizi dalam rangka mendukung Program Strategis Presiden RI Bpk Praboeo Subianto menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
“Melalui Lomba SPPG Polri Tahun 2026 ini, kami ingin mendorong seluruh jajaran untuk menghadirkan layanan gizi yang inovatif, profesional, produktif, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat penerima manfaat. Setiap aspek penilaian dirancang untuk memastikan bahwa SPPG tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Irwasda Polda Banten.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan SPPG tidak hanya diukur dari kualitas makanan yang disajikan, tetapi juga dari sistem tata kelola, keamanan pangan, serta keberlanjutan rantai pasok yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM lokal.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir berbagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan efektivitas kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih nyaman, humanis, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya penilaian ini, Polda Banten optimistis SPPG di wilayah hukum Polda Banten dapat terus berkembang menjadi model pelayanan pemenuhan gizi yang unggul, adaptif, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. (Bidhumas).
Editor : Bolok











