Maraknya Pencurian Buah Kelapa Sawit di SP4 Embacang Permai, Warga Soroti Kinerja KUD Jadi Mandiri dan PAM

oleh -16 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Embacang Permai — Maraknya dugaan pencurian buah kelapa sawit di wilayah SP4 Embacang Permai, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menimbulkan keresahan di kalangan petani dan anggota kelompok kebun.Senin(18/05/2026).

 

Warga menilai pihak Koperasi Unit Desa Jadi Mandiri serta PAM keamanan kebun diduga belum mengambil langkah tegas meskipun laporan telah berulang kali disampaikan.

 

Menurut keterangan sejumlah ketua kelompok dan anggota koperasi, aksi pencurian buah sawit disebut sudah terjadi berkali-kali di titik yang sama.

 

Kondisi ini membuat para petani mengalami kerugian dan merasa tidak mendapatkan perlindungan yang maksimal terhadap hasil kebun mereka.

 

Ketua Kelompok 45 Kalung mengaku kecewa karena laporan yang disampaikan kepada pihak koperasi maupun keamanan kebun belum membuahkan tindakan nyata.

 

“Izin bpk-bpk, laporan dapat mafia tiga pusinggan ini di tempat yang sama kelompok 43, 44, 45,” ujar Ketua Kelompok 45 dalam pesan yang beredar di kalangan anggota.

 

Dalam pesan lainnya, ia juga menyampaikan harapan agar ada langkah konkret dari pihak terkait.

 

“Kami sudah lapor PAM dan Ketua KUD, tidak ada tindakan. Tolong kami,” ungkapnya.

 

Keluhan tersebut kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat SP4 Embacang Permai.

 

Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan keamanan kebun yang selama ini dijalankan oleh PAM kebun sawit di bawah koordinasi koperasi.

 

Beberapa anggota kelompok menilai lemahnya pengawasan membuka peluang bagi pelaku pencurian untuk kembali beraksi.

 

Mereka berharap pihak koperasi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, termasuk patroli rutin dan penindakan terhadap pelaku pencurian yang meresahkan petani.

 

Selain merugikan secara ekonomi, maraknya pencurian sawit juga dikhawatirkan memicu konflik antarwarga apabila tidak segera ditangani secara serius.

 

Para petani meminta agar pihak pengurus koperasi tidak menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di lapangan.

 

Masyarakat juga berharap aparat terkait dapat turun tangan untuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif di area perkebunan sawit masyarakat.

 

Hingga berita ini ditulis, pihak Koperasi Unit Desa Jadi Mandiri maupun PAM keamanan kebun belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para anggota kelompok tersebut.(Red).

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.