Model Penegakan Hukum Ramadhan: Polda Sumsel Ungkap Ribuan Kasus dalam 16 Hari

oleh -35 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG — Dalam 16 hari pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan menunjukkan respons cepat dan terukur terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat. Sebanyak 3.243 kasus berhasil diungkap dan 3.565 tersangka diamankan selama periode 13–28 Februari 2026.

Operasi ini digelar untuk memastikan ibadah Ramadhan 1447 H berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Lebih dari sekadar operasi rutin, Pekat Musi 2026 menjadi instrumen strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah pada momentum sosial-keagamaan yang memiliki sensitivitas tinggi.

Dari total kasus yang terungkap, premanisme mendominasi dengan 1.691 kasus, disusul minuman keras 568 kasus dan street crime 309 kasus. Aparat juga mengungkap 132 kasus narkoba, 132 prostitusi, 119 perjudian, serta 250 kasus petasan.

Selain penindakan, personel juga melakukan 16 penertiban kampung narkoba dan 26 penertiban tempat hiburan malam.

Sebanyak 858 kasus masuk dalam target operasi (TO), sedangkan 2.385 lainnya merupakan hasil pengembangan non-TO, mencerminkan inisiatif aktif personel di lapangan.

Seluruh kegiatan operasi terdokumentasi melalui sistem Early Warning System (EWS) dan Smart Operation Technology (SOT).

Tercatat 7.782 kegiatan EWS dan 164.626 kegiatan SOT selama operasi berlangsung. Dari total tersebut, tidak ada satu pun kegiatan berstatus level tinggi.

Data ini menunjukkan bahwa eskalasi gangguan keamanan berhasil dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman serius.

Polres Lubuk Linggau mencatat 429 kegiatan/kasus, disusul Polres Muara Enim 426, dan Polres Musi Rawas 414.

Di tingkat satker Polda, Dit Samapta mencatat 50 kasus, Dit Resnarkoba 14 kasus, serta Dit Reskrimum dan Dit Res PPA & PPO masing-masing 3 kasus.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara.

“Operasi Pekat Musi 2026 membuktikan bahwa Polda Sumsel tidak memberi ruang bagi penyakit masyarakat berkembang di bulan suci Ramadhan. Lebih dari tiga ribu kasus yang terungkap adalah bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil sinergi dengan masyarakat.

Keberhasilan operasi ini berdampak langsung pada terciptanya suasana Ramadhan yang aman dan kondusif. Tidak adanya eskalasi kasus berstatus level tinggi dalam sistem SOT menjadi indikator objektif bahwa situasi keamanan terkendali.

Polda Sumsel memastikan seluruh perkara diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan penegakan hukum berlanjut meski operasi telah resmi berakhir.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.