Perkuat Pemberantasan Korupsi, Polda Sumsel Dukung Kajian Strategis Puslitbang Polri

oleh -68 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung penguatan kebijakan kepolisian berbasis riset ilmiah dengan menjadi lokasi penelitian strategis Puslitbang Polri pada Senin, 2 Maret 2026.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dir Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si., ini menghadirkan diskusi komprehensif mengenai optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi dan dukungan Polri terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Riset ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi menjadi bagian dari desain kebijakan nasional Polri dalam memperkuat tata kelola penegakan hukum dan kontribusi institusi terhadap program prioritas pemerintah.

Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Yudi Chandra E., S.I.K., M.H., mengusung dua tema utama:

1. Optimalisasi fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di kewilayahan, ditinjau dari aspek sumber daya, mindset personel, serta struktur kelembagaan.
2. Optimalisasi peran Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari investasi SDM menuju Indonesia Emas 2045.


Kedua agenda ini mencerminkan sinergi antara penegakan hukum yang kuat dan pembangunan kualitas generasi masa depan.

Penelitian berlangsung di dua lokasi: Ruang Deviacita Ditreskrimsus Polda Sumsel dan Aula Wira Satya Polrestabes Palembang.

Kegiatan ini melibatkan jajaran Ditreskrimsus, Polrestabes Palembang, Polres Banyuasin, dan Polres Musi Banyuasin, serta unsur Ro SDM, Ro Log, dan Ditbinmas.

Keterlibatan lintas fungsi menunjukkan kesiapan Polda Sumsel membuka ruang evaluasi objektif demi perbaikan kelembagaan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai kapasitas Subdit Tipikor, tantangan operasional, serta kebutuhan penguatan sumber daya.

Paparan tersebut menjadi bahan empiris bagi Puslitbang Polri dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan realistis.

Kehadiran narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bintang Dwitya Cahyono, S.E., M.S.E., turut memperkuat validitas akademik penelitian.

Dari sisi pemberantasan korupsi, penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat struktur, kapasitas, dan profesionalisme penanganan perkara tipikor di tingkat kewilayahan.

Dari sisi MBG, kajian ini mempertegas posisi Polri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program prioritas nasional berjalan aman dan tepat sasaran.

Dir Reskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, menegaskan bahwa keterbukaan terhadap riset merupakan bagian dari profesionalisme institusi.

“Kami ingin hasil penelitian ini benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Rekomendasi yang lahir harus aplikatif dan mampu memperkuat pemberantasan korupsi di daerah,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa keterlibatan Polda Sumsel dalam penelitian ini menunjukkan komitmen kelembagaan terhadap pembangunan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

“Polda Sumsel tidak hanya menjalankan kebijakan, tetapi turut berkontribusi dalam pembentukannya. Inilah wujud Polri yang adaptif dan berbasis riset,” ujarnya.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.