Polda Sumsel Kawal Pemulangan Jenazah Korban Laka Bus ALS hingga ke Tegal

oleh -2435 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | MUSI RAWAS UTARA — Polda Sumatera Selatan menunjukkan kepedulian dan empati terhadap korban kecelakaan lalu lintas Bus ALS dan truk tangki di Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Salah satu korban yang sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit sejak insiden pada 6 Mei 2026, akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 8 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Alm. Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Almarhum mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung diberangkatkan dari RSUD Rupit menuju Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk proses pemulasaran jenazah. Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 18.35 WIB, jenazah dimandikan dan dimasukkan ke dalam peti jenazah sebelum selanjutnya diberangkatkan menuju RS Bhayangkara Polda Sumsel guna melengkapi administrasi dan dokumen yang diperlukan.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Palembang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Proses pengawalan dilakukan secara estafet oleh jajaran Satlantas di wilayah yang dilintasi mulai dari Musi Rawas Utara, Lubuk Linggau, Musi Rawas, PALI, Muara Enim, Prabumulih hingga tiba di RS Bhayangkara Palembang.

Kapolres Musi Rawas Utara, Rendy Surya Aditama menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya korban.

“ Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Muhamad Tahrul Hubaidi. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada Sabtu dini hari, 9 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sesuai permintaan pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pengawalan dan pendampingan yang dilakukan merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga korban yang tengah mengalami musibah.

“Polda Sumsel bersama jajaran berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada keluarga korban, mulai dari penanganan medis, proses administrasi hingga pengawalan pemulangan jenazah ke daerah asal. Ini merupakan bentuk empati dan tanggung jawab kemanusiaan kami agar seluruh proses berjalan aman, lancar, dan memberikan ketenangan bagi keluarga,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengawalan estafet lintas wilayah sehingga proses pemulangan jenazah dapat berjalan tertib dan kondusif.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas serta sinergi seluruh pihak dalam memberikan respons cepat terhadap penanganan korban kecelakaan. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, namun juga memastikan hadirnya pelayanan humanis di tengah masyarakat yang sedang menghadapi duka.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.