Polda Sumsel Kedepankan Deteksi Dini dan Sterilisasi Gereja Jelang Perayaan Paskah

oleh -51 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menyiagakan pengamanan penuh untuk menjamin kelancaran rangkaian ibadah Jumat Agung dan Hari Paskah tahun 2026 di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Operasi pengamanan ini dilaksanakan secara serentak mulai 2 hingga 5 April 2026 dengan melibatkan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari intelijen, Samapta, Reskrim, Lalu Lintas hingga Satuan Brimob. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan merupakan bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan kondusif. Kita ingin mempertahankan Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan predikat zero conflict,” tegas Kapolda.

Berdasarkan data, terdapat sebanyak 475 gereja di seluruh wilayah Sumatera Selatan yang menjadi fokus pengamanan. Konsentrasi jemaat terbesar berada di Kota Palembang, termasuk di sejumlah gereja besar seperti Gereja Katolik Santo Yoseph Palembang dan Gereja HKBP Mayor Ruslan Palembang.

Strategi pengamanan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pengamanan terbuka oleh personel berseragam serta pengamanan tertutup oleh fungsi intelijen. Selain itu, Satuan Brimob dikerahkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi gereja sebelum ibadah dimulai guna mencegah potensi ancaman.

Direktur Intelkam Polda Sumsel, Tony Budhi Susetyo, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan situasi kamtibmas secara menyeluruh, termasuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

“Kami memperkuat deteksi dini dengan melakukan koordinasi bersama panitia gereja serta memantau dinamika di lapangan guna memastikan seluruh kegiatan ibadah berlangsung aman,” jelasnya.

Selain itu, pengamanan juga melibatkan sinergi lintas sektoral bersama TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif, terlebih perayaan Paskah tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa seluruh personel telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis tanpa mengurangi kewaspadaan.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan maksimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap aman,” ujarnya.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mematuhi prosedur keamanan yang diterapkan di setiap gereja, termasuk tidak membawa barang berlebihan dan segera melaporkan apabila menemukan hal mencurigakan.

Dengan kesiapan personel dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera Selatan optimis perayaan Jumat Agung dan Paskah 2026 akan berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Editor : Mastari/Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.