Polda Sumsel Mantapkan Langkah Mitigasi, Targetkan “Zero Karhutla” di 2026

oleh -2948 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan terus memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi dini guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polda Sumsel. Komitmen kuat untuk mewujudkan zero Karhutla pada tahun 2026 ini terus digaungkan, menyusul tren positif penurunan luasan lahan terdampak secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, menegaskan bahwa jajarannya tidak akan mengendurkan langkah antisipasi meski tren di lapangan menunjukkan perkembangan yang membaik. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada titik api baru yang membesar.

 

“Polda Sumsel siap melakukan upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan Karhutla secara terpadu. Ini adalah komitmen bulat dan wujud nyata kesiapan kita untuk mewujudkan zero Karhutla di wilayah Sumatera Selatan,” tegas Karoops.

 

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa strategi penanganan Karhutla saat ini tidak hanya mengandalkan taktik konvensional, tetapi juga mengedepankan pemanfaatan teknologi modern.

 

“Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, di samping menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) yang mumpuni dalam penanggulangan Karhutla, Polda Sumsel juga terus menguatkan deteksi dini dan monitoring, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pemantauan titik api atau *hotspot* secara *real-time*,” tambahnya.

 

Sebagai wujud nyata kesiapan operasional di lapangan, Polda Sumsel dan jajaran saat ini telah menyiagakan 1.415 personel. Ribuan personel ini dipersiapkan secara khusus untuk siaga penuh dan siap diterjunkan kapan saja guna mengantisipasi ancaman Karhutla dengan cepat dan taktis.

 

Berdasarkan pemetaan kerawanan terkini, personel dan pengawasan tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas pencegahan, di antaranya Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, OKI, serta atensi khusus pada kawasan Muratara.

 

Tingginya potensi Karhutla di wilayah-wilayah tersebut dipicu oleh berbagai faktor kompleks. Mulai dari cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang, kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, minimnya pemahaman masyarakat terkait sanksi hukum dan bahaya asap bagi kesehatan (ISPA), hingga adanya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi.

 

Menghadapi tantangan tersebut, jajaran Polda Sumsel telah melakukan ribuan kegiatan mitigasi secara masif. Langkah ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dan humanis melalui sosialisasi penyebaran maklumat, imbauan dialogis kepada warga desa, patroli Karhutla terpadu, hingga verifikasi titik panas langsung ke lokasi rill.

 

Langkah konkret antisipasi taktis ini juga terus diperkuat melalui soliditas pada level strategis. Sebagai representasi nyata sinergi lintas sektoral, Polda Sumsel turut mengambil peran sentral dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) di Griya Agung, Rabu (6/5/2026). Momentum apel gabungan ini menjadi penegasan bahwa penanggulangan Karhutla di Bumi Sriwijaya dilakukan secara terpadu dan satu komando, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

 

Melalui pemetaan wilayah rawan yang akurat, pengerahan teknologi modern, kesiapan ribuan personel siaga, dukungan soliditas lintas instansi, serta edukasi hukum yang merangkul masyarakat, Polda Sumsel optimis ancaman Karhutla dapat diantisipasi secara maksimal. Menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama; mari kita bersinergi, Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.