Liputanabn.com | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk memastikan calon perwira Polri memiliki kondisi kesehatan yang prima guna mendukung pelaksanaan tugas di masa mendatang.
Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Tahap II dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumatera Selatan. Sebanyak 21 peserta calon Taruna Akpol mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan lanjutan yang dilakukan secara menyeluruh dan terstandar sesuai ketentuan Mabes Polri.
Pelaksanaan seleksi ini merupakan implementasi nyata program transformasi Polri Presisi yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama organisasi. Di tingkat nasional, proses rekrutmen yang bersih dan objektif juga sejalan dengan agenda pembangunan Sumber Daya Manusia Unggul yang menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pemeriksaan kesehatan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Selatan AKBP dr. Andrianto, Sp.OG., bersama tim pemeriksa dari Bidang Dokkes Polda Sumsel. Rangkaian pemeriksaan meliputi registrasi peserta, pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan urine, pemeriksaan radiologi atau rontgen, serta pemeriksaan medis lainnya yang menjadi indikator kelayakan kesehatan calon Taruna Akpol.
Untuk menjamin objektivitas dan transparansi, panitia menerapkan sistem pengkodean peserta secara acak sehingga identitas peserta tidak menjadi pertimbangan dalam proses penilaian. Selain itu, pelaksanaan seleksi juga diawasi secara berlapis oleh pengawas internal Polri dan pengawas eksternal dari unsur masyarakat guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Proses seleksi yang profesional dan bebas dari praktik kecurangan menjadi faktor penting dalam menghasilkan calon-calon pemimpin Polri yang berkualitas. Melalui mekanisme yang ketat dan terukur, Polri memastikan bahwa setiap peserta yang lolos merupakan individu terbaik yang memenuhi standar kesehatan, integritas, dan kompetensi yang dibutuhkan institusi.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Selatan AKBP dr. Andrianto, Sp.OG., menegaskan bahwa seluruh tahapan pemeriksaan dilaksanakan sesuai standar medis dan prosedur yang berlaku.
“Pemeriksaan kesehatan tahap kedua ini bertujuan memastikan seluruh peserta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Kami melaksanakan proses ini secara profesional, objektif, dan transparan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar AKBP dr. Andrianto, Sp.OG.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rekrutmen Polri merupakan pintu awal dalam membangun institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen menjaga seluruh tahapan penerimaan anggota Polri agar berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Melalui proses seleksi yang objektif ini, kami berharap lahir calon-calon perwira terbaik yang nantinya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjadi pemimpin Polri yang berintegritas,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan Taruna Akpol Tahun Anggaran 2026 akan terus dilaksanakan secara profesional, terbuka, dan bebas dari praktik percaloan maupun intervensi pihak manapun. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus menyiapkan generasi Bhayangkara yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Editor : Bolok







