Polemik Ulat dalam Nasi MBG SMP Negeri 1 Sembawa, Siswa Mengakui, Sekolah Membantah

oleh -65 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | BANYUASIN, – Polemik dugaan adanya ulat dalam nasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kian menguat. Di tengah bantahan pihak sekolah, sejumlah siswa justru mengakui bahwa kejadian tersebut memang terjadi dan sempat dilaporkan kepada guru.

Beberapa siswa yang ditemui secara terpisah menyatakan melihat langsung adanya benda mencurigakan (berupa ulat) pada nasi MBG milik salah satu siswa. Mereka mengungkapkan bahwa setelah temuan itu dilaporkan, pihak sekolah mengganti makanan dengan porsi baru.

“Memang ada, lalu dilapor ke guru, setelah itu diganti,” ujar salah satu siswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada selasa (03/02/2026)

Namun demikian, pihak SMP Negeri 1 Sembawa tetap bersikukuh tidak mengakui adanya kejadian tersebut. Sekolah menyatakan tidak menemukan indikasi ulat dalam makanan MBG dan menyebut tidak ada laporan resmi yang masuk ke manajemen sekolah.

Kontradiksi keterangan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait sistem pengawasan dan mekanisme pelaporan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Pasalnya, jika benar tidak ada kejadian, mengapa sejumlah siswa menyebut makanan sempat diganti?

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak penyedia makanan atau dapur MBG justru menemui jalan buntu. Wartawan mengaku ditolak saat hendak melakukan konfirmasi, bahkan mendapat perlakuan tidak kooperatif ketika menjalankan tugas jurnalistik. Sikap tertutup ini semakin memicu sorotan publik terhadap transparansi pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kesehatan peserta didik.

Sejumlah wali murid menyayangkan sikap tertutup pihak-pihak terkait. Mereka menilai bantahan tanpa disertai penjelasan terbuka dan pemeriksaan independen justru berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya dibuka saja secara terang. Ini menyangkut makanan anak-anak,” ujar salah satu wali murid.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan MBG maupun instansi pengawas terkait, seperti dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Publik kini menanti langkah evaluasi menyeluruh dan klarifikasi terbuka agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan justru menyisakan polemik dan keraguan.

Media akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait.(Tim)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.