Polres OKI Resmikan Bedah Rumah Eks Napiter, Bukti Keberhasilan Program Deradikalisasi

oleh -55 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | OGAN KOMERING ILIR – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) meresmikan program bedah rumah bagi mantan narapidana terorisme di Desa Bumiarjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Pejabat Utama Polres OKI, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah setempat.

Peresmian bedah rumah ini menjadi simbol keberhasilan pendekatan humanis Polri dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan narapidana terorisme yang telah kembali berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbaur secara aktif di tengah masyarakat.

Penerima program bedah rumah adalah Kiagus Muhamad Toni, yang telah menyelesaikan masa hukuman pada tahun 2015. Setelah bebas, yang bersangkutan mengikuti program pembinaan dan deradikalisasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Polres OKI bersama Densus 88 Antiteror Polri.

Selain pembinaan ideologi kebangsaan, yang bersangkutan juga mendapatkan pelatihan keterampilan servis AC dan public speaking sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang produktif dan mandiri di tengah masyarakat.

Saat ini, berdasarkan hasil asesmen program pembinaan, Kiagus Muhamad Toni telah berada pada kategori Status Hijau, yang menunjukkan keberhasilan proses reintegrasi sosial, penerimaan terhadap nilai-nilai kebangsaan, serta kemampuan beradaptasi secara positif di lingkungan masyarakat.

Rumah yang dibangun melalui program bedah rumah tersebut memiliki luas 36 meter persegi dengan waktu pengerjaan sekitar dua minggu. Kehadiran rumah layak huni diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun harapan, kepercayaan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Keberhasilan deradikalisasi tidak hanya diukur dari perubahan pola pikir, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk kembali hidup produktif, diterima masyarakat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan. Program bedah rumah ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan,” ujar AKBP Eko Rubiyanto.

Menurutnya, pendekatan kemanusiaan menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mencegah munculnya kembali paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Program tersebut juga sejalan dengan semangat Program Kapolda Sumsel “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini”, yang mendorong setiap personel Polri untuk menghadirkan manfaat nyata dan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa keberhasilan deradikalisasi merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Ketika seseorang kembali menjadi bagian dari masyarakat dan mampu hidup produktif, maka di situlah sesungguhnya keberhasilan deradikalisasi dapat dirasakan secara nyata,” tegas Kapolda Sumsel.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan gambaran nyata bagaimana Polri mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjaga keamanan nasional.

“Deradikalisasi bukan hanya tentang mengubah cara pandang, tetapi juga membangun harapan dan masa depan. Ketika masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pembinaan dan pemberdayaan, maka kepercayaan akan tumbuh dan stabilitas sosial akan semakin kuat. Program ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak solusi sosial di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Kegiatan peresmian berlangsung penuh kehangatan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan menjadi simbol kuatnya sinergi dalam mendukung proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Melalui momentum Hari Bhayangkara Ke-80, Polres OKI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program-program kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga stabilitas kamtibmas melalui pendekatan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada masa depan bangsa.

Editor : bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.