Luputanabn.com | OKU — Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres OKU kembali menunjukkan wajah humanis Polri dengan membantu satu keluarga terlantar yang berjalan kaki ratusan kilometer di Jalan Lintas Sumatera–Baturaja.
Peristiwa ini terjadi di Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Personel yang tengah bertugas menemukan satu keluarga terdiri dari suami, istri, dan anak kecil berjalan kaki di tengah terik matahari dengan kondisi kelelahan.
Petugas yang terdiri dari Pamapta 1, Pawas, dan piket fungsi segera menghentikan kendaraan dinas dan melakukan pendekatan persuasif. Setelah berdialog, terungkap bahwa keluarga tersebut telah berjalan kaki selama tiga bulan sebelas hari dari Semarang menuju Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.
Kepala keluarga berinisial W. (50) menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga berangkat ke Semarang pada Desember 2025 untuk pekerjaan pembuatan patung. Namun pekerjaan tersebut batal karena kendala pendanaan.
Akibatnya, keluarga tersebut terdampar tanpa penghasilan. Mereka bertahan hidup dengan berpindah-pindah dan menumpang di masjid. Situasi semakin sulit ketika uang dan dokumen identitas mereka hilang.
Tanpa pilihan lain, mereka memutuskan pulang ke kampung halaman dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, mereka mengandalkan bantuan warga dan tempat ibadah untuk beristirahat.
Melihat kondisi tersebut, personel Polres OKU langsung mengambil langkah cepat. Keluarga tersebut dinaikkan ke kendaraan dinas dan dibawa ke agen travel untuk melanjutkan perjalanan menuju Palembang sebagai titik transit.
Petugas juga memberikan bantuan biaya perjalanan dan uang makan, serta berkoordinasi dengan pengemudi travel agar keluarga tersebut mendapat perhatian selama perjalanan.
Pendekatan humanis yang dilakukan petugas menjadi kunci keberhasilan komunikasi. Pada awalnya, keluarga terutama anak kecil sempat merasa takut terhadap polisi akibat pengalaman sebelumnya.
Namun, sikap empati dan komunikasi yang santun dari personel berhasil mengubah ketakutan menjadi rasa aman. Bahkan, saat berpisah, sang anak terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kepada petugas.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, mengapresiasi tindakan cepat dan kepedulian personel di lapangan.
“Kepekaan anggota dalam melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan adalah wujud nyata Polri hadir untuk melindungi dan melayani. Inilah yang kami dorong terus dilakukan oleh seluruh personel,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kondisi darurat atau warga terlantar kepada kepolisian melalui layanan 110.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa Polda Sumatera Selatan tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Melalui tindakan cepat dan empati, Polri terus memperkuat kepercayaan masyarakat serta memastikan tidak ada warga yang terabaikan di tengah perjalanan hidupnya.
Editor : Mastari/Bolok







