PT Surya Timur Line Group Tegaskan Komitmen Keselamatan Lewat Simulasi Darurat di Kapal Eirine

oleh -23 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Merak – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni 2026, PT Pelayaran Surya Timur Line (STL) Group kembali menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan pelayaran dengan menggelar simulasi keadaan darurat (Emergency Drill/Muster Drill) di atas Kapal Eirine.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapten Kapal Eirine, Sudi Prasetyo, dan melibatkan seluruh kru, Anak Buah Kapal (ABK), staf operasional, serta para penumpang pengguna jasa transportasi laut.
Minggu (8/6/26)

Simulasi yang berlangsung di area titik kumpul (muster station) kapal ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan situasi darurat selama pelayaran. Seluruh peserta terlihat mengikuti prosedur keselamatan dengan tertib dan disiplin sesuai standar keselamatan maritim nasional maupun internasional.

Dalam pelaksanaan latihan tersebut, seluruh peserta diwajibkan mengenakan rompi pelampung (life jacket) berwarna oranye dengan benar. Penggunaan alat keselamatan ini merupakan bagian penting dari prosedur evakuasi yang harus dipahami oleh setiap penumpang maupun kru kapal.

Selain itu, sejumlah kru dan petugas operasional juga mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa helm keselamatan berwarna kuning dan putih.

Penggunaan APD tersebut bertujuan mendukung aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses latihan berlangsung.

Kapten Kapal Eirine, Sudi Prasetyo, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan bagian dari program rutin keselamatan yang wajib dilaksanakan guna memastikan seluruh kru dan penumpang memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat di laut.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap pelayaran. Melalui latihan ini, kami ingin memastikan seluruh kru memahami tugas masing-masing dan para penumpang mengetahui titik kumpul serta cara menggunakan peralatan keselamatan dengan benar. Dengan latihan yang rutin dan terstruktur, diharapkan seluruh pihak dapat bertindak cepat, tepat, dan tidak panik apabila menghadapi situasi darurat yang sebenarnya,” ujar Sudi Prasetyo.

Kegiatan simulasi meliputi pengarahan prosedur keselamatan, penggunaan jaket pelampung, pengenalan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul penumpang, hingga koordinasi antarkru dalam penanganan keadaan darurat. Anak-anak dan keluarga penumpang juga dilibatkan agar memahami prosedur keselamatan sejak dini.

Pelaksanaan emergency drill ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan internasional yang diatur oleh International Maritime Organization (IMO), khususnya Konvensi SOLAS (Safety of Life at Sea) Chapter III tentang Peralatan dan Pengaturan Keselamatan Jiwa di Laut.

Pada SOLAS Regulation 19 mengenai Emergency Training and Drills, setiap kapal diwajibkan melaksanakan latihan keselamatan secara berkala guna memastikan seluruh kru mampu menjalankan tugasnya dalam situasi darurat, termasuk membantu penumpang menggunakan alat keselamatan.

Selain itu, pelaksanaan latihan juga sejalan dengan ketentuan STCW Convention (Standards of Training, Certification and Watchkeeping) yang mengatur kompetensi awak kapal dalam penanganan keadaan darurat dan manajemen kerumunan (crowd management) di kapal penumpang.

Di tingkat nasional, kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang mengamanatkan bahwa setiap kapal wajib memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran, termasuk kesiapan peralatan keselamatan serta kompetensi awak kapal. Berbagai Peraturan Menteri Perhubungan terkait keselamatan kapal juga mengharuskan kapal penumpang memiliki Muster List atau daftar tugas darurat serta melaksanakan latihan keselamatan secara rutin guna meningkatkan kesiapan operasional.

Salah seorang pengguna jasa kapal, Riyan, mengaku merasa lebih tenang dan percaya diri setelah mengikuti simulasi keselamatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penumpang karena kami jadi mengetahui cara menggunakan pelampung, memahami jalur evakuasi, dan mengetahui titik kumpul yang harus dituju apabila terjadi keadaan darurat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Surya Timur Line, Erwin Risahondua, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh kru dan penumpang yang mengikuti simulasi keselamatan tersebut.
“Kegiatan emergency drill ini merupakan bentuk komitmen PT Surya Timur Line Group dalam mengutamakan keselamatan penumpang dan seluruh awak kapal. Kami terus memastikan bahwa standar keselamatan internasional dan nasional diterapkan secara konsisten di setiap armada yang beroperasi. Keselamatan bukan hanya kewajiban perusahaan, tetapi juga budaya kerja yang harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Erwin.

Menurutnya, latihan keselamatan yang dilakukan secara berkala merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan budaya keselamatan di lingkungan pelayaran. Selain meningkatkan kesiapan kru, kegiatan tersebut juga memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada para pengguna jasa transportasi laut.

Dengan terlaksananya simulasi keadaan darurat ini, PT Pelayaran Surya Timur Line Group menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan pelayaran serta memberikan pelayanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh masyarakat pengguna jasa.

Peringatan Hari Laut Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran akan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, serta pentingnya budaya keselamatan bagi seluruh insan maritim Indonesia.(yeni eka wati)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.