Setmilpres RI Verifikasi Polda Banten Atas Keberhasilan Pengamanan Mudik dan Inovasi Sosial

oleh -93 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Serang – Kapolda Banten Hengki menghadiri kegiatan Verifikasi Usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti Polda Banten oleh Tim Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia (Setmilpres RI) dan SSDM Polri yang dilaksanakan di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten pada Senin (18/05).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol Yukhti Inarni, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolresta/Kapolres jajaran, Plh Kasubbagsosrumdik Bagyanhak Rowatpers SSDM Polri Kompol Lesmana Pramuditya Primajati, serta OPD Provinsi Banten.

 

Dalam paparannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti didasarkan atas keberhasilan Polda Banten dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 serta inovasi program unggulan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Polisi Peduli Pendidikan (Poldik).

Kapolda Banten menjelaskan bahwa Provinsi Banten memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang mobilitas nasional penghubung Pulau Jawa dan Sumatera dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta jiwa serta dinamika wilayah yang sangat kompleks.

 

“Usulan ini didasarkan atas keberhasilan Polda Banten dalam melaksanakan pengamanan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, serta inovasi program Poliran dan Poldik yang memberikan dampak nyata bagi stabilitas kamtibmas dan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Hengki.

 

Lebih lanjut, Kapolda Banten menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri di wilayah Banten bukan hanya pengamanan daerah, melainkan bagian penting dari pengamanan mobilitas nasional.

“Melihat kondisi tersebut, Polda Banten melaksanakan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, modern, dan humanis. Tujuan utamanya bukan hanya menjaga kelancaran arus mudik, tetapi memastikan masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan lancar,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Kapolda juga menyoroti keberhasilan program Poliran sebagai solusi humanis terhadap tingginya angka pengangguran di Banten. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, program tersebut berhasil membuka peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat.

“Melalui Program Poliran, Polda Banten hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver di tengah masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hengki.

 

Selain itu, melalui program Poldik, Polda Banten aktif melakukan pembinaan dan edukasi kepada pelajar guna membangun karakter disiplin, nasionalisme, dan kesadaran hukum generasi muda.

 

“Kami meyakini bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter generasi muda. Karena generasi muda hari ini adalah penentu keamanan dan masa depan bangsa,” tambahnya.

 

Kapolda Banten juga memaparkan sejumlah capaian konkret dari program dan operasi yang telah dilaksanakan. Pada Operasi Ketupat Maung 2026, tercatat sekitar 250 ribu kendaraan dan 1,1 juta penumpang melintas di jalur Jawa–Sumatera dengan kondisi arus mudik dan balik yang berjalan aman, tertib, dan lancar. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, program Poliran telah memberikan pelatihan kepada 567 peserta, dengan 20 peserta berhasil memperoleh pekerjaan dan 11 peserta lainnya berhasil membangun usaha mandiri.

Sedangkan melalui program Poldik, angka kenakalan remaja mengalami penurunan sebesar 66,7 persen atau turun sebanyak 12 kasus setelah dilakukan pembinaan dan edukasi kepada pelajar.

 

Di kesempatan yang sama, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol Yukhti Inarni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti terhadap satuan yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

 

“Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam proses verifikasi usulan tanda kehormatan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan terhadap satuan yang dinilai memiliki dedikasi, kontribusi, serta capaian kinerja yang baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Yukhti.

 

Ia menjelaskan bahwa Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada kesatuan di lingkungan Polri yang berjasa dan memberikan manfaat besar bagi kepentingan bangsa dan negara.

 

“Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti merupakan penghargaan yang memiliki nilai dan kehormatan tersendiri, tidak setiap kesatuan mendapatkan kesempatan dianugerahi tanda kehormatan ini. Karena itu, apabila kelak diberikan, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

 

Diakhir Kapolda Banten berharap seluruh upaya, dedikasi, dan inovasi yang telah dilaksanakan Polda Banten dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas Polri, pembangunan nasional, serta kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. “Besar harapan kami, upaya, dedikasi, dan inovasi yang telah dilaksanakan Polda Banten dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung tugas Polri dan pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.” pungkas Kapolda Banten. (Bidhumas).

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.