Tragedi di Sungai Mataram, Kapolsek Kertapati Menghimbau Tingkatan Pengawasan Terhadap Anak-Anak

oleh -2893 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | PALEMBANG – Sebuah musibah nahas menimpa seorang pemuda berinisial Deni. R (18 tahun), warga Jalan Mataram Ujung Lorong Nibung, RT. 041 RW. 008, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Remaja berusia 18 tahun itu dilaporkan tenggelam saat sedang berenang di perairan Sungai Mataram, tepatnya di area yang dikenal dengan sebutan Jembatan Kuning. Setelah melalui proses pencarian yang cukup lama, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian bermula pada hari Senin, 13 April 2026 sekira pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu terlihat korban sedang berenang sendirian di aliran sungai tersebut. Awalnya, saksi melihat ada keanehan pada gerakan korban di dalam air, di mana korban sempat mengangkat kedua tangannya ke atas permukaan air seolah-olah sedang kelelahan atau akan tenggelam.

Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak dan menanyakan keadaan korban, namun korban menjawab dengan santai bahwa ia hanya sedang bermain-main dan tidak apa-apa. Merasa korban dalam keadaan baik-baik saja dan bisa berenang, saksi akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan lokasi tersebut dan bermain ke tempat lain bersama teman-temannya.

Namun, duka mendatang tak disangka-sangka. Sekira pukul 18.30 WIB, ketika saksi kembali lagi ke lokasi tersebut, pemandangan yang ditemukan sangat mengejutkan. Tubuh korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air, hanya tertinggal baju kaos, celana pendek, serta sebuah handphone milik korban yang diletakkan di pinggir sungai.

Menyadari ada hal yang tidak beres, saksi segera panik dan langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar yang berada di lokasi, serta segera melaporkannya kepada keluarga korban.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga korban, diketahui bahwa pada hari kejadian tepatnya pukul 16.00 WIB, korban sempat pamit dan meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi keluar rumah dengan alasan ingin memotong rambut. Namun sayangnya, izin pamit itulah menjadi pertemuan terakhir keluarga dengan korban, karena hingga malam korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Mendapat laporan kehilangan dan dugaan tenggelam tersebut, Ketua RT setempat langsung bergerak cepat menghubungi pihak kepolisian. Personel Polsek Kertapati yang menerima laporan tersebut segera bergerak menuju TKP dan melakukan koordinasi intensif serta meminta bantuan kepada tim BASARNAS untuk segera dikerahkan guna melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban.

Proses pencarian dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Kertapati dan Tim SAR, meskipun kondisi pencarian dilakukan pada malam hari dengan keterbatasan cahaya dan arus sungai yang cukup deras. Upaya keras itu akhirnya membuahkan hasil pada pukul 05.00 WIB, hari Selasa, 14 April 2026.

Tim berhasil menemukan tubuh korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian segera dievakuasi dari lokasi kejadian dan selanjutnya dibawa ke rumah duka agar bisa segera dimakamkan dan diterima oleh keluarga besarnya.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati AKP Angga Kurniawan, S.Tr.K., S.I.K. saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan adanya informasi musibah tenggelam yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang tenggelam di Sungai Mataram, Kelurahan Kemas Rindo. Sesaat setelah menerima laporan, kami langsung menurunkan personel dan berkoordinasi sangat cepat dengan tim BASARNAS untuk segera melakukan pencarian,” ungkap AKP Angga Kurniawan.

Ia pun menjelaskan bahwa proses pencarian berjalan cukup alot karena kondisi lokasi dan waktu, namun berkat kerja keras tim gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan.

“Alhamdulillah, korban akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 05.00 WIB pagi ini dalam kondisi meninggal dunia dan sudah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Kapolsek Kertapati juga menyampaikan himbauan keras kepada seluruh masyarakat luas, khususnya warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau perairan.

“Kami sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta seluruh anggota keluarga saat berada di sekitar perairan. Jangan remehkan kondisi arus dan kedalaman air, demi mencegah agar tidak terulang kembali hal-hal yang tidak diinginkan seperti musibah ini,” pungkas AKP Angga Kurniawan dengan tegas.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.