Geram dengan Aksi Debt Collector, Terumbu Banten Turun ke Jalan: Usut Pembacokan dan Pecat Oknum Terlibat

oleh -39 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | KOTA SERANG – Satuan Tugas (Satgas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Terumbu Banten menggelar aksi damai di Alun-Alun Kota Serang, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan praktik kekerasan yang dilakukan oleh debt collector atau mata elang (matel) dalam proses penarikan kendaraan.

Aksi yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Satgas DPP Terumbu Banten, Iman. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa Terumbu Banten menolak segala bentuk kekerasan, premanisme, intimidasi, hingga tindakan main hakim sendiri yang meresahkan masyarakat.

“Kami menuntut stop kekerasan atas nama matel atau debt collector. Stop perusahaan finance atau leasing yang diduga menggunakan jasa matel maupun oknum preman dalam menjalankan penarikan kendaraan,” tegas Iman di hadapan massa aksi.

Menurutnya, insiden kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, Terumbu Banten mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kekerasan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, aparat penegak hukum diminta mengusut tuntas kasus pemukulan dan pembacokan yang terjadi serta memastikan seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Kedua, perusahaan leasing dan finance diminta menghentikan penggunaan jasa debt collector atau pihak-pihak yang melakukan penarikan kendaraan dengan cara intimidatif dan kekerasan.

Ketiga, Terumbu Banten menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi pelaku premanisme dan kekerasan di Provinsi Banten, khususnya Kota Serang. Keempat, mereka meminta oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan untuk diberikan sanksi tegas hingga pemecatan apabila terbukti bersalah.
Iman mengatakan, masyarakat tidak boleh takut menghadapi tindakan intimidasi maupun kekerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu.


Ia menegaskan bahwa Terumbu Banten siap memberikan pendampingan dan advokasi kepada warga yang merasa menjadi korban tindakan represif.

“Ini Kota Serang yang damai dan indah. Jangan sampai dikotori oleh ulah oknum-oknum yang mengedepankan kekerasan. Kami siap mengadvokasi masyarakat yang mengalami intimidasi atau perlakuan tidak manusiawi,” ujarnya.

Meski aksi yang digelar kali ini hanya melibatkan massa kurang dari 100 orang, Terumbu Banten menyebut kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Mereka mengingatkan bahwa jika tuntutan yang disampaikan tidak mendapatkan respons serius dari pihak terkait, maka aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan dilakukan.

“Ini baru awal. Jika tidak ada tindakan nyata dan tuntutan masyarakat diabaikan, kami akan menggelar aksi yang lebih besar. Kami juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas matel yang bertindak represif di wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, hingga Lebak,” kata Iman.

Hingga aksi berlangsung, pihak Terumbu Banten mengaku belum menerima pernyataan resmi maupun bentuk penyesalan dari perusahaan leasing yang dikaitkan dengan insiden kekerasan tersebut. Mereka berharap perusahaan pembiayaan dapat menunjukkan komitmen untuk menjalankan proses penarikan kendaraan secara profesional dan sesuai aturan hukum.

Aksi damai yang berlangsung di Alun-Alun Kota Serang tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aksi di akhiri dengan doa bersama, Seluruh yang tergabung dalam keluarga besar Terumbu Banten, berlanjut Massa membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap kepada publik.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.