Keamanan Parkir RSUD Malingping Disorot Tajam, Pendekar Banten Desak Evaluasi Total dan Pertanggungjawaban

oleh -176 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | LEBAK – Kasus hilangnya kendaraan bermotor di area parkir RSUD Malingping kembali memicu sorotan tajam publik. Insiden yang diduga bukan kali pertama ini memperlihatkan lemahnya sistem pengamanan di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pengunjung dan keluarga pasien.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan keamanan. Pasalnya, area rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan justru menambah beban bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit terkait kesehatan ( 18/03/2026 ).

Ketua Korcam Pendekar Banten Kecamatan Malingping, H. Dede, secara tegas menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut bahwa kejadian kehilangan kendaraan di lingkungan RSUD mencerminkan adanya celah besar dalam sistem pengawasan yang tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kehilangan kendaraan di area rumah sakit menunjukkan lemahnya pengamanan. Pengunjung datang untuk berobat, bukan untuk menghadapi risiko kehilangan harta benda,” ujarnya.

Menurutnya, manajemen RSUD terkesan belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan, baik dari sisi petugas keamanan maupun pemanfaatan teknologi seperti CCTV. Ia juga menilai tidak adanya langkah cepat dan transparan dari pihak rumah sakit semakin memperburuk kepercayaan publik.

Lebih lanjut, H. Dede mendesak dilakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan yang ada, termasuk penataan ulang prosedur keluar-masuk kendaraan, peningkatan jumlah serta kualitas petugas keamanan, hingga optimalisasi pengawasan di titik-titik rawan.

“Kami mendesak ada pengusutan tuntas serta bentuk tanggung jawab nyata kepada korban. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan tanpa kejelasan. Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari masyarakat yang menilai bahwa lemahnya pengamanan parkir dapat berdampak luas, tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Malingping belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan, evaluasi internal, maupun kemungkinan kompensasi bagi korban. Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen pihak rumah sakit dalam menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Publik kini menanti langkah konkret dan transparan dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang serta tidak mencoreng citra pelayanan kesehatan di daerah tersebut.(Anton)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.