Liputanabn.com | MERAK — Kapal Motor Penumpang (KMP) Shanaya menjalani uji sandar di Dermaga 3 Pelabuhan Merak pada Rabu (16/4). Uji sandar ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum kapal resmi beroperasi melayani penyeberangan di lintasan strategis Merak–Bakauheni, 17 April 2026.
KMP Shanaya merupakan kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) penumpang dan kargo terbaru yang dibangun pada 2026. Dengan panjang sekitar 120 meter, kapal ini dirancang untuk mengangkut penumpang serta kendaraan logistik dalam kapasitas besar, sekaligus mendukung efisiensi distribusi antar pulau.
Sistem Ro-Ro memungkinkan kendaraan seperti truk langsung masuk dan keluar kapal tanpa proses bongkar muat konvensional. Skema ini dinilai mampu mempercepat waktu layanan di pelabuhan, terutama pada jalur padat seperti Merak–Bakauheni.
Uji sandar turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat, serta jajaran manajemen PT Jemla Ferry bersama operator kapal dan kru.
Kepala Cabang Merak PT Jemla Ferry, Koko, menegaskan bahwa uji sandar merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan operasional kapal secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan seluruh proses, mulai dari manuver sandar hingga konektivitas dengan fasilitas dermaga, berjalan sesuai standar operasional dan keselamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antarinstansi dalam kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dan aman bagi masyarakat.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang,” tambahnya.
Dalam uji sandar tersebut, dilakukan simulasi manuver kapal saat merapat ke dermaga, proses tambat, hingga pengecekan fasilitas pendukung seperti ramp door dan akses kendaraan. Hasil pengujian akan menjadi bahan evaluasi sebelum kapal dioperasikan secara penuh.
Dengan rampungnya tahapan ini, KMP Shanaya diharapkan segera memperkuat armada penyeberangan nasional, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni yang memiliki volume penumpang dan logistik tinggi. Kehadirannya juga menjadi bagian dari modernisasi armada ferry nasional menuju kapasitas yang lebih besar dan layanan yang semakin efisien. ( Yeni Eka Wati)
Editor : Bolok








