Ledakan PT MCCI Cilegon Kembali Guncang Kawasan Industri, Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) Banten Desak Operasional Dihentikan: “Jangan Tunggu Korban Lebih Banyak

oleh -48 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Cilegon_Kesatuan Komando Pembela Merah Putih (KKPMP) menyoroti keras insiden ledakan yang terjadi di kawasan industri milik PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) Pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut kembali memunculkan kekhawatiran publik terhadap lemahnya sistem keselamatan industri di Kota Cilegon yang selama ini dikenal sebagai kota industri strategis nasional.

Ledakan yang disertai kepulan asap putih pekat itu viral di berbagai media sosial dan memicu kepanikan masyarakat sekitar kawasan Gerem, Kecamatan Grogol.

Warga mengaku khawatir terhadap dampak zat kimia yang kemungkinan tersebar ke lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Sekretaris Jenderal KKPMP Perwakilan Mabes Provinsi Banten, Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, rentetan kebakaran, kebocoran hingga ledakan di kawasan industri Cilegon selama beberapa tahun terakhir menjadi alarm keras bagi pemerintah maupun perusahaan industri yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ini bukan kejadian pertama. Berkali-kali masyarakat disuguhkan insiden industri mulai dari kebakaran, kebocoran gas hingga ledakan. Kondisi ini jelas mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa pengawasan serta sistem keselamatan kerja di kawasan industri harus dievaluasi total,” tegas Jajat kepada awak media.

PT MCCI yang berlokasi di Jalan Raya Gerem-Merak, Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia. Karena itu, menurut Jajat, setiap potensi kelalaian harus diperlakukan sebagai ancaman serius yang dapat berdampak luas terhadap keselamatan pekerja, masyarakat hingga lingkungan hidup.

Ia menilai pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Disnaker serta aparat terkait tidak boleh hanya menunggu hasil investigasi tanpa langkah cepat di lapangan. KKPMP Banten mendesak agar operasional PT MCCI dihentikan sementara sampai penyebab ledakan benar-benar diketahui dan dipastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada pembiaran. Kami meminta instansi terkait segera mengambil tindakan tegas dan menghentikan sementara aktivitas operasional PT MCCI demi mencegah dampak yang lebih besar,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek keselamatan kerja, Jajat juga menekankan pentingnya transparansi perusahaan terhadap masyarakat. Ia meminta PT MCCI terbuka terkait jenis material yang terdampak ledakan, potensi pencemaran udara, serta langkah mitigasi yang sedang dilakukan perusahaan pasca-insiden.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui apakah ada risiko kesehatan yang dapat muncul akibat kepulan asap dari area pabrik tersebut.

Terlebih, video-video yang beredar memperlihatkan asap putih tebal membumbung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh.

“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton sekaligus korban.

Perusahaan harus terbuka kepada publik terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Ini menyangkut keselamatan warga,” tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan menyikapi insiden tersebut, KKPMP PW Banten memastikan akan melayangkan surat resmi kepada PT MCCI guna meminta klarifikasi sekaligus mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan perusahaan.

Peristiwa ini kembali menjadi catatan kelam bagi kawasan industri di Cilegon.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dan aparat pengawas industri untuk memastikan kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar kawasan industri.’ (red)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.