LEMAHNYA PENGAWASAN ANGGOTA DPRD DAPIL 3 BIDANG PEMBANGUNAN DAN PPK PUPR DAN PERKIM DALAM MENINDAKLANJUTI PROYEK

oleh -26 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Muara Enim – Sangat disayangkan anggota DPR yang membidanginya bagian pembangunan yang ada di dapil 3 dinilai lemah dan kurangnya kontrol sosial dalam menindak tegas pemborong-pemborong yang menyalahi aturan tidak sesuai sop pengerjaan

Pihak pupr dan dinas perkim beserta PPK seakan tutup mata terhadap proyek-proyek pembangunan yang ada di dapil 3

Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan dan dugaan terhadap proyek-proyek tahun anggaran 2025 hingga saat ini di tahun 2026 masih tahap pengerjaan atau belum selesai dikerjakan oleh pihak pemborong

Kuat dugaan dari lembaga lipernas PD kabupaten muara Enim, antara PPK pengawas proyek pupr dan perkim beserta anggota DPRD kabupaten muara Enim khususnya dapil 3 kongkalikong bersama pemborong

Tegas Rusmin selaku ketua lipernas PD kabupaten muara Enim, bagaimana mungkin dinas-dinas terkait dan juga anggota DPRD bagian pembangunan tutup mata kalau tidak ada kongkalikong antara PPK DPRD dan juga pemborong mungkin hal ini tidak akan terjadi kalau mereka tidak tegas dalam menindaklanjuti pengawasan proyek-proyek yang ada di dapil 3 kabupaten muara Enim

Saat anggota lipernas PD kabupaten muara Enim investigasi di lapangan, proyek pembangunan Siring yang ada di RT 3 RW 1 kelurahan gelumbang kecamatan gelombang kabupaten muara Enim yang dikerjakan oleh CV cahaya insani dengan anggaran 199 juta masa kerja selama 30 hari kalender tahun 2025, hingga saat ini dan pada hari ini tanggal 13 Januari 2026 proyek pembangunan Siring di RT 3 RW 01 belum selesai dikerjakan

Ketua lipernas PD kabupaten muara Enim mendesak aparat penegak hukum dinas-dinas terkait PPK dan juga beserta anggota DPRD kabupaten muara Enim yang membidanginya segera mengusut dan menindak tegas pemborong-pemborong yang tidak menuruti peraturan atau memberikan sanksi dan mem blacklist-sipi yang diduga nakal Dan lalai dalam pekerjaan

Rusmin dengan nada bercanda mentertawakan proyek tersebut, anggaran lebih kurang 200 juta saja bisa lalai dan bisa teledor ataupun belum selesai dikerjakan apalagi anggaran yang lebih besar miliaran rupiah mungkin lebih parah lagi ujarnya dengan nada geli. (red)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.