Lonjakan Arus Balik h+7 Merak Meningkat Signifikan

oleh -718 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | CILEGON – Arus balik Lebaran di Terminal Terpadu Merak terus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika disesuaikan data kedatangan, hingga Minggu (29/3/2026), tercatat sebanyak 7.843 penumpang masih belum diberangkatkan menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Lonjakan jumlah pemudik ini membuat aktivitas di terminal tampak lebih padat dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Bagian Umum (Kabag) Terminal Terpadu Merak, Farid menyampaikan bahwa pergerakan penumpang mengalami kenaikan sebesar 17 persen. Untuk mengantisipasi penumpukan, pihak terminal telah mengerahkan sekitar 300 unit bus dari berbagai perusahaan otobus (PO).

“Terjadi peningkatan sekitar 17 persen. Kami sudah menyiapkan 300 unit bus untuk mempercepat proses keberangkatan penumpang,” ujarnya.

Dalam menghadapi puncak arus balik, berbagai langkah antisipasi dilakukan. Selain menambah armada, pihak terminal juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kelancaran dan keamanan.

“Koordinasi dengan Polda dan Polres berjalan baik. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu kelancaran arus penumpang dan kendaraan,” katanya.

Selama periode arus balik, tercatat satu penumpang sempat pingsan akibat kelelahan. Petugas langsung memberikan penanganan medis di lokasi sebelum membawa penumpang tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

Secara keseluruhan, arus balik di Terminal Padu Merak masih terpantau terkendali meskipun terjadi lonjakan penumpang. Petugas terus melakukan pengaturan keberangkatan secara bertahap guna mencegah penumpukan dan memastikan pemudik dapat kembali ke tujuan dengan aman dan nyaman.

Farid juga menyampaikan pembangunan gedung kantor Terminal Terpadu Merak yang sempat menjadi perhatian. Gedung tersebut telah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan serta berada dalam pengawasan sejumlah instansi, termasuk aparat kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Pembangunan yang dimulai pada Agustus 2025 itu untuk sementara dihentikan menjelang masa angkutan Lebaran guna menghindari gangguan bus yang akan masuk maupun keluar akibat pergerakan alat berat. Hingga saat ini, terminal tersebut masih belum memiliki kantor tetap.

“Jadi bukan mangkrak atau terhenti bertahun-tahun, hanya sementara dihentikan agar bus yang masuk dan keluar tidak terhalang alat berat,” jelasnya.

Farid menambahkan hingga saat ini situasi di Terminal Terpadu Merak masih terkendali berkat sinergi dari semua instansi terkait.

“Alhamdulillah situasi aman terkendali, ini semua berkat kordinasi yang terjalin dari semua instansi,” tutupnya. (Yeni Eka Wati)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.