Liputanabn.com | Muara Enim – Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polsek Lembak menunjukkan kinerja yang cepat, terstruktur, dan profesional dalam menangani kasus penemuan mayat wanita yang tidak dapat dikenali.
Serangkaian langkah penanganan telah berjalan intensif sejak kejadian ditemukan pada Selasa (27/01) hingga malam hari, dengan fokus utama mengungkap identitas korban dan penyebab kematian.
Sekitar pukul 15.15 WIB, Polsek Lembak menerima laporan resmi dari Kepala Desa Gaung Asam, Irfani Fikri SH, mengenai penemuan mayat di kebun nanas milik warga bernama Nardi, berlokasi di Desa Gaung Asam, Kecamatan Belida Darat.
Setelah mendapatkan informasi, tim yang dipimpin IPTU Yopi Maswan SH segera membentuk gugus tugas yang terdiri dari personil terlatih.
Dalam waktu kurang dari 20 menit, petugas telah tiba di Tujuan Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 15.30 WIB dan langsung memulai serangkaian proses penanganan sesuai standar operasional prosedur.
Pemeriksaan dan Dokumentasi TKP: Melakukan pemetaan area secara detail untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat. Tim juga melakukan dokumentasi foto dan video dari berbagai sudut sebagai bahan penyelidikan, serta mengumpulkan bukti fisik yang mungkin relevan dengan kasus.
Pencatatan Keterangan Saksi, Melaksanakan wawancara terstruktur dengan tiga saksi yang memberikan informasi penting, yaitu Ida (40 tahun, petani), Mashyuri bin Hosi (50 tahun, petani), dan Irfani Fikri SH (35 tahun, Kades). Dari hasil wawancara diperoleh data akurat terkait proses penemuan dan kondisi sekitar lokasi saat kejadian.
Koordinasi dengan Rumah Sakit: Sebelum mengangkut mayat, petugas telah melakukan komunikasi langsung dengan RSUD Kota Prabumulih untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pengangkutan serta pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
Setelah menyelesaikan semua tahapan olah TKP, mayat berhasil diangkut ke RSUD Kota Prabumulih pada pukul 17.00 WIB. Tiba di rumah sakit, tim dokter forensik segera memulai proses otopsi yang berlangsung hingga malam hari.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan penyebab kematian dan mengumpulkan data biologis serta ciri fisik yang dapat membantu mengidentifikasi korban.
Kanit Reskrim Polsek Lembak IPDA Decky Chandra Winata, S.E yang terlibat langsung dalam kasus ini, saat dikonfirmasi pada pukul 23.00 WIB menjelaskan kondisi terkini dengan logat daerah khasnya.
“Doa kan lancar ya dindo ini kami masih di jalan semoga bisa cepat terungkap,” ujarnya sambil masih dalam perjalanan untuk melanjutkan proses penyelidikan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Sementara proses otopsi berlangsung, tim Reskrim Polsek Lembak juga terus bekerja keras dengan menjalankan beberapa langkah strategis:
Memeriksa database hilangnya orang (hilang diterbitkan) di seluruh wilayah Kabupaten Muara Enim untuk mencocokkan ciri-ciri korban yang telah diperoleh dari TKP.
Mengirimkan deskripsi rinci korban ke seluruh 18 Polsek yang ada di Kabupaten Muara Enim agar melakukan verifikasi dengan warga masing-masing wilayah.
Berkoordinasi erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta perangkat desa untuk mendapatkan data penduduk yang belum teridentifikasi atau sedang dicari keluarga.
Tim investigasi Polsek Lembak menyampaikan komitmen yang kuat bahwa setiap tahapan penanganan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur kepolisian yang berlaku.
“Upaya identifikasi korban dan penyelidikan penyebab kematian akan terus dilakukan secara maksimal tanpa mengenal waktu, hingga kita menemukan kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang mungkin sedang merindukannya,” ucap salah satu petugas.
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa perkembangan terkini mengenai kasus ini akan diumumkan secara transparan segera setelah ada hasil yang dapat dipastikan dan tidak mengganggu kelancaran proses penyelidikan. (SL)
Editor : Bolok











