Viral Dugaan Penolakan Menu MBG di SMPN 1 Wanasalam, Kepala Sekolah Tegaskan Hanya Kembalikan Roti yang Diduga Kedaluwarsa

oleh -512 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Lebak – Viralnya kabar dugaan penolakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SMPN 1 Wanasalam, Kabupaten Lebak, menuai sorotan dari berbagai pihak. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) setelah beredar informasi bahwa pihak sekolah menolak makanan yang disuplai oleh SPPG Wanasalam 1.

Berdasarkan informasi yang beredar, menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri dari empat jenis makanan, yaitu satu butir telur, susu steril, kurma, dan roti. Namun, roti yang diterima pihak sekolah diduga telah melewati masa kedaluwarsa karena tidak terdapat label tanggal kedaluwarsa pada kemasannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 1 Wanasalam, Rois Sovyan, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menolak program MBG. Menurutnya, sekolah hanya mengembalikan roti yang diduga kadaluwarsa untuk diganti dengan roti yang baru.

“Kami tidak pernah menolak menu MBG. Kami hanya mengembalikan roti yang diduga telah lewat tanggal kedaluwarsa karena tidak ada label masa berlaku pada kemasannya. Roti tersebut kemudian kami minta diganti dengan yang baru,” ujar Rois kepada awak media.

Selain itu Rois juga menambahkan. Bahwa, roti yang diduga kadaluwarsa sudah di ganti dengan brownies di hari berikutnya dan kualitasnya lebih baik.

“Untuk Roti yang diduga kadaluwarsa itu juga sudah di ganti di hari ini kalo kami lihat memang ada perbaikan kualitas dan lebih baik dari hari sebelumnya” Tambahnya.

Sementara itu, pihak SPPG Wanasalam 1, melalui Juliana kepala SPPG 1 Wanasalam, merespons kejadian tersebut secara positif. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi agar pelayanan program makan bergizi kepada siswa dapat lebih maksimal ke depannya.

“Ini menjadi pengingat bagi kami untuk melakukan evaluasi dan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang. Kami berkomitmen memberikan pelayanan gizi yang lebih baik sesuai harapan Presiden,” kata Juliana

Dengan klarifikasi tersebut, pihak sekolah berharap masyarakat tidak salah memahami kejadian ini, karena tujuan utama dari pengembalian makanan semata-mata untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi bagi para siswa.(Irvan irwan)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.