Hasil Wawancara Ketua Umum Bhaskar Indonesia Maju Usai Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur

oleh -75 Dilihat
oleh

Liputanabn.com | Jakarta — Ketua Umum Bhaskar Indonesia Maju, Tonizal, memberikan tanggapan tegas kepada awak media usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait berkembangnya opini dan pemberitaan yang dinilai menyudutkan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, khususnya terhadap kepemimpinan Bupati Joncik Muhammad dalam penanganan persoalan lingkungan dan bencana banjir di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker).

Dalam wawancara tersebut, Tonizal menegaskan bahwa berbagai tudingan yang berkembang harus disikapi secara objektif dan tidak boleh hanya berdasarkan asumsi maupun opini sepihak yang dapat merugikan nama baik daerah serta menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Bupati Joncik Muhammad selama ini telah menunjukkan komitmen dan ketegasan dalam menjaga lingkungan serta menertibkan aktivitas usaha yang berpotensi merusak hutan dan aliran sungai di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

“Sebagai putra daerah asli Empat Lawang, saya melihat langsung bagaimana Bupati Joncik Muhammad bekerja dan berupaya menjaga daerah ini. Beliau tidak tinggal diam. Pemerintah daerah sudah berulang kali mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan,” tegas Tonizal kepada wartawan usai sidang.

Tonizal mengatakan bahwa persoalan banjir tidak bisa langsung diarahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah tanpa melihat faktor-faktor lain yang terjadi selama bertahun-tahun. Menurutnya, kondisi geografis, curah hujan tinggi, kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama, hingga aktivitas masyarakat juga menjadi faktor yang harus diperhatikan bersama.

Ia menilai sangat tidak bijak apabila ada pihak tertentu yang langsung menyimpulkan kegagalan pemerintah tanpa melihat berbagai upaya nyata yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.

“Kita jangan membangun opini yang justru memperkeruh keadaan dan membuat citra daerah menjadi buruk di mata publik. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus berimbang dan berdasarkan fakta. Jangan sampai masyarakat dibuat percaya bahwa pemerintah tidak bekerja, padahal kenyataannya pemerintah terus berupaya melakukan penanganan,” ujarnya.

Tonizal juga menegaskan bahwa Bupati Joncik Muhammad dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah serta keselamatan rakyat. Menurutnya, berbagai langkah pengawasan terhadap aktivitas penebangan liar maupun kegiatan usaha yang berpotensi merusak lingkungan terus dilakukan bersama instansi terkait.

Selain itu, Tonizal mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh opini yang dapat memecah belah masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

“Kabupaten Empat Lawang ini milik kita bersama. Menjaga hutan, sungai, dan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Kalau ada persoalan, mari duduk bersama mencari solusi, bukan saling menyalahkan apalagi menggiring opini yang dapat memperburuk keadaan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Gery Hari Wijaya, menyampaikan kritik terkait kondisi banjir yang terjadi di Kecamatan Pasemah Air Keruh dan meminta pemerintah bertindak lebih serius terhadap persoalan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Tonizal menyatakan bahwa kritik dan masukan tentu sah dalam negara demokrasi. Namun ia meminta agar kritik tidak disampaikan dengan cara menyerang pribadi maupun menggiring opini seolah-olah Pemerintah Kabupaten Empat Lawang tidak peduli terhadap masyarakat.

“Kita harus adil melihat persoalan ini. Jangan sampai pemberitaan sepihak membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah daerah. Saya percaya Bupati Joncik Muhammad tetap berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Empat Lawang,” lanjutnya.

Tonizal juga mendukung langkah pemerintah pusat apabila ingin melakukan evaluasi maupun peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan agar persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Di akhir wawancara usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Tonizal mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Empat Lawang untuk tetap menjaga kondusivitas daerah serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Jangan jadikan musibah sebagai alat untuk menjatuhkan pihak tertentu. Mari kita bersatu menjaga daerah yang kita cintai ini. Empat Lawang harus tetap maju, aman, dan masyarakatnya hidup dalam kebersamaan,” tutup Tonizal selaku Ketua Umum Bhaskar Indonesia Maju.

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.