Syarat Korupsi..!! Pengunjung Pantai Kelapa Warna Selalu Ramai, Diduga Setor PAD Kecil..Aktivis : Pengelola Wisata Harus Dilaporkan Ke APH

oleh -698 Dilihat
oleh

Liputanabn.com || Lebak-Banten. Kamis (26/03/2026) Selama lebaran idul fitri para pengunjung pantai Kelapa Warna Desa.Panyaungan Kecamatan.Panggarangan Kabupaten.Lebak-Banten ramai dipadati wisatawan dari dalam dan luar wilayah, dengan tarif tiket masuk Rp.10.000 per orang sekali masuk dengan ditambah biaya parkir di dalam menjadikan nilai tambah pendapatan lebih besar.

Namun ternyata menurut hasil penelusuran dan investigasi Aktivis Lebak Selatan dilapangan dengan keterangan dari beberapa sumber bahwa uang yang disetorkan ke PAD diduga sangat kecil tidak sebanding dengan nilai pendapatan, tentu saja hal ini merupakan syarat korupsi yang dilakukan oleh pihak pengelola tempat wisata.

Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya ” dulu waktu dikelola sama pengurus yang lama mah setahu saya sangat jelas pengelolaan keuangannya tetapi ketika dipegang sama pengelola sekarang mah denger-denger berantakan ga jelas alur keuangannya bahkan setor PAD saja katanya kecil tidak sebanding dengan pendapatan,harusnya pihak terkait ada tim audit agar tahu pendapatan kelapa warna yang sebenarnya jangan mau dibohongi oleh pengelola “. Ucap warga tersebut.

Aktivis Lebak Selatan ‘ Otoy Lahar ‘ menanggapi berbagai informasi yang didapat ” dari jenis karcis nya saja sepertinya pengelolaan pantai kelapa warna ini tidak jelas harusnya disertakan peraturan undang-undang dikarcis misalkan perda no berapa,perdes no berapa,dan surat kerjasama dengan dispar no berapa agar membuktikan bahwa pengelolaan mereka jelas menurut hukum dan tidak ilegal, kemudian diakhir pengelolaan dibuatkan laporan pertanggung jawaban agar diketahui pendapatan dan pengeluaran hasil portal sebelum dibagi untuk setoran PAD supaya transparansi dalam pengelolaan keuangan menjadi jelas bukan hanya setor PAD saja tanpa ada perhitungannya “. Kata Otoy Lahar.

Sampai berita ini direrbitkan ketua pengelola wisata Kelapa Warna ‘ Koharudin ‘ tidak mengangkat telpon via whats app ketika hendak dikonfirmasi oleh aktivis.

Maka dari itu dalam waktu dekat ‘ Otoy Lahar ‘ akan membuat laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH) agar dilakukan pemeriksaan terhadap pengelola tempat wisata Kelapa Warna, karena diduga melakukan korupsi pendapatan dengan menyetorkan PAD yang sangat kecil sedangkan pendapatan dari karcis tiket masuk besar. Pungkasnya. (AsO)

Editor : Bolok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.